Rezim Trump Evaluasi Program Mobil Swakemudi Obama
Reporter: Tempo.co
Editor: Sugiharto
Senin, 27 Februari 2017 06:50 WIB
Mobil swakemudi Navya dipajang dalam ajang CES International, di Las Vegas, 6 Januari 2017. AP Photo/John Locher
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Transportasi Amerika Serikat Elaine Chao akan meninjau ulang aturan sistem kendaraan self-driving alias mobil pintar nirawak yang dicanangkan oleh pemerintahan era Presiden Barrack Obama.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Chao pun mendesak perusahaan-perusahaan otomotif agar lebih giat mempromosikan manfaat kendaraan tak berawak itu kepada masyarakat. "Pemerintahan saat ini tengah mengevaluasi, dan akan berkonsultasi dengan anda, serta para pemangku kepentingan untuk memastikan panduan tersebut tak berat sebelah,” kata Chao di depan Asosiasi Gubernur seluruh AS seperti dikutip Reuters pada Senin, 27 Februari 2017, waktu setempat.

LihatHonda Civic Nouva Jawara Modifikasi NMAA AutoPro 2017

Sebelumnya, pemerintah di bawah Presiden Obama menerbitkan aturan pada September 2016 yang mendorong para produsen otomotif agar mengirimkan masukan untuk program mobil swakemudi tersebut dalam bentuk panduan keselamatan yang terdiri dari 15 poin.

Chao menekankan pentingnya peninjauan ulang pedoman mobi self-driving. Dan dia pun menyatakan bahwa sistem mobil pintar dapat meningkatkan kualitas keselamatan.

SimakPameran Otomotif Detroit, Berlomba Pamerkan Mobil Swakemudi 

Di sisi lain, menurut dia, pada 2015 35.092 orang meninggal di AS karena kecelakaan lalu lintas. Angka ini naik 7 persen dari 2014 bahkan menjadi rasio tertinggi sejak 1966. Dalam sembilan bulan pertama 2016 pun, korban jiwa kecelakaan lalu-lintas di AS naik 8 persen.

Chao menyebut, 94 persen di antara kecelakaan tersebut dipicu faktor human error alias keteledoran manusia. "Ada banyak yang dipertaruhkan untuk membuat teknologi ini baik,” tuturnya.

BacaMobil Swakemudi Ini Unjuk Gigi di Jalanan Vegas

Pemerintahan Presiden Donald Trump, Chao meneruskan, ingin memastikan sistem swakemudi bisa digunakan secara efisien dan tak menjadi penghambat perkembangan. “Secara khusus, saya ingin menantang Silicon Valley, Detroit, dan semua industri otomotif lainnya untuk meningkatkan dan membantu mendidik publik, tentang manfaat teknologi otomatis,” ucapnya.

Chao menyatakan tak akan mengesampingkan dampak dari pemberlakukan mobil pintar mengingat ada 3,5 juta warga AS berprofesi sebagai supir truk. Itu belum termasuk jumlah masyarakat pemilik bidang pekerjaan yang berhubungan dengan mengemudi. 

REUTERS | YOHANES PASKALIS 

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi