Bos Honda Sebut India Belum Siap Kembangkan Mobil Listrik
Reporter: Tempo.co
Editor: Setiawan
Minggu, 28 Mei 2017 17:09 WIB
AP/Shizuo Kambayashi
Iklan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Hyderabad - Yoichiro Ueno, President dan CEO Honda Cars India menyebutkan, India belum siap untuk mengembangkan mobil listrik secara masif karena keterbatasan infrastruktur dan faktor keterjangkauan harga. "Kendala ini yang membuat Honda masih mempertimbangkan untuk memproduksi mobil listrik di India," ucapnya seperti dikutip dari  Economic Times, Sabtu 27 Mei 2017.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Baca: Honda Jazz Terbaru Diperkenalkan di Jepang Menurut Euno, terlalu dini bagi India untuk mengembangkan mobil karena keterbatasan infrastruktur. "Produksi mobil listrik harganya jauh lebih mahal dua kali lipat dibandingkan mobil konvensional," ucapnya kepada wartawan dalam konferensi pers.

Euno mengatakan bicara masalah harga mobil di India sangt sensitif. "Sementara untuk membangun infrastruktur kendaraan listrik di negara sebesar India memerlukan waktu yang cukup lama,' katanya.

Komentar bos Honda itu menanggapi pernyataan  Menteri Pertambangan dan Batubara India, Piyush Goyal yang menyebutkan bahwa India menargetkan produksi mobil listrik pad 2030 mendatang. Target itu untuk menekan impor bahan bakar minyak dan biaya operasional kendaraan.

Penjualan Honda di India menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pabrikan mobil ini menargetkan pertumbuhan 8 persen tahun ini. "Industri otomotif di India diperkirakan bertumbuh 7 -  8 persen, kami juga berharap dapat tumbuh pada tingkat yang sama dengan peluncuran produk baru seperti New City dan WR-V," kata Ueno.

Baca: Malaysia Dipercaya Honda Perkenalkan Jazz Facelift Hibrid Honda telah menerima lebih dari 30 ribu pemesan New City sejak diluncurkan pada pertengahan Februari 2017. Sementara pemesanan Honda WR-V mencapai 16.000 unit sejak pertenghaan Maret lalu. Honda memiliki dua fasilitas manufaktur di Uttar Pradesh dan Rajasthan.

SETIAWAN ADIWIJAYA

Iklan

 

 

 

BERITA TERKAIT


Rekomendasi