Belum Diproduksi, 6.000 Unit Mobil Mahesa Sudah Dipesan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prototip Mobil pedesaan Mahesa tipe Pick-up (merah) dan Mahesa tipe Double Cabin (kuning), 2017. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Prototip Mobil pedesaan Mahesa tipe Pick-up (merah) dan Mahesa tipe Double Cabin (kuning), 2017. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Klaten - Meski belum diproduksi, Moda Angkutan Hemat Perdesaan atau Mahesa sudah banjir pesanan. "Bahkan ada seorang pengusaha dari Jakarta yang langsung memesan 6.000 unit mobil perdesaan itu. Tapi sementara belum dapat kami sebutkan namanya," kata Humas Kiat Motor, Moch. Isnaini, saat ditemui Tempo di wilayah Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Kamis, 28 September 2017.

    Isnaini mengatakan pengusaha tersebut memesan 6.000 unit Mahesa untuk dibagikan ke masyarakat perdesaan. Selain dari kalangan pengusaha, Isnaini mengklaim Mahesa juga sudah banyak dipesan lembaga hingga perorangan dari dalam dan luar Klaten. Salah satu pemesan Mahesa adalah pelaksana tugas Bupati Klaten, Sri Mulyani.

    "Bu Sri Mulyani jadi pemesan pertama. Beliau memesan satu unit Mahesa tipe double cabin warna kuning. Harganya Rp 70 juta," ujarnya.

    Baca: Begini Cikal Bakal Mobil Perdesaan Mahesa Rintisan Sukiyat

    Mahesa adalah mobil atau kendaraan perdesaan yang pertama kali diinisiasi Sukiyat, pemilik bengkel Kiat Motor yang beralamat di tepi Jalan Solo-Yogyakarta, Dusun Ngaran, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. Sukiyat juga dikenal sebagai perintis mobil Esemka. 

    Prototip mobil Mahesa tipe Peralatan Pertanian. TEMPO/Dinda Leo Listy.

    Bersama timnya yang tergabung dalam Institut Otomotif Indonesia (IOI), sejak 2016, Sukiyat mulai membuat purwarupa tiga tipe Mahesa, yaitu double cabin, pick up, dan kendaraan peralatan pertanian. Untuk tipe yang terakhir, bagian belakangnya dapat disambungkan ke mesin pertanian, seperti perontok padi hingga pompa air.

    Simak: Produksi Mobil Mahesa, Sukiyat Siapkan Lahan 4.500 Meter Persegi

    Purwarupa tiga tipe Mahesa itu menyita perhatian Presiden Joko Widodo sehingga bersedia meluangkan waktu mengunjungi bengkel Kiat Motor di tengah lawatannya ke Kota Solo dan Magelang pada 17 September lalu. Saat itu, Jokowi berjanji akan mendorong Mahesa segera melalui proses uji emisi dan sertifikasi.

    "Pak Kiat (panggilan Sukiyat) dan tim, business plan seperti apa? Bisa memproduksi, tapi nanti marketing-nya seperti apa? Siapa yang membeli?" ucap Jokowi saat itu. Demi menjawab pertanyaan Jokowi, Sukiyat segera terbang ke Jakarta pada Rabu lalu. "Mungkin saya pulangnya besok Sabtu atau Minggu," kata Sukiyat saat dihubungi Tempo.

    Menurut Isnaini, Sukiyat ke Jakarta untuk menemui Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. "Keperluannya untuk memaparkan rencana bisnis Mahesa sekaligus konsultasi kepada Menteri Airlangga," tuturnya.

    Sri Mulyani tidak menampik bahwa pihaknya telah memesan satu unit Mahesa tipe double cabin. "Nanti mau saya pakai ke sawah untuk mengangkut hasil panen pisang," kata Plt Bupati Klaten itu saat ditemui seusai acara pelantikan 48 kepala desa di obyek wisata Bukit Cinta, Desa Gununggajah, Kecamatan Bayat, pada Kamis siang.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.