Tunggu Regulasi, Mobil Pedesaan Mahesa Siap Produksi di 2018

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Pedesaan Mahesa Nusantara tipe pick up di bengkel Kiat Motor miliknya di Jalan Solo - Jogja, Ngaran-Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, pada Jumat, 29 September 2017. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Mobil Pedesaan Mahesa Nusantara tipe pick up di bengkel Kiat Motor miliknya di Jalan Solo - Jogja, Ngaran-Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, pada Jumat, 29 September 2017. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Klaten - Menurut inisiator Moda Angkutan Hemat Pedesaan atau Mahesa Nusantara, Sukiyat, segala persyaratan untuk memproduksi Mahesa secara massal dapat diselesaikan selama 2017. Sehingga kendaraan pedesaan yang menyita perhatian Presiden Joko Widodo itu dapat segera diproduksi secara massal mulai Agustus 2018.

    Hal itu disampaikan Sukiyat setelah dia berkoordinasi langsung dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta pada Kamis, 28 September 2017. “Pak Menteri Airlangga menyarankan agar segera dibikin PT-nya. Namanya PT Kiat Mahesa Nusantara,” kata Sukiyat saat ditemui di bengkelnya, Kiat Motor, di Jalan Solo - Jogja, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, pada Jumat siang, 29 September 2017.

    Baca: Jokowi Ingin Harga Mobil Desa Kompetitif

    Sukiyat mengatakan, Mahesa tidak perlu melalui proses uji tipe karena tidak termasuk barang mewah. Sebab, Mahesa Nusantara ide awalnya hanya dari grandong alias kendaraan hasil modifikasi mesin pertanian untuk alat angkut di pedesaan. Sukiyat menambahkan, percepatan proses regulasi Mahesa Nusantara sesuai dengan sikap Presiden Joko Widodo yang tidak suka bertele-tele.

    Menurut Sukiyat, dukungan dari pemerintah terhadap Mahesa Nusantara sementara ini hanya sebatas kemudahan dalam proses regulasi dan perizinan. Adapun modal untuk produksi awal Mahesa Nusantara yang ditaksir sekitar Rp 700 miliar berasal dari uang pribadinya dan sebagian dari sejumlah rekanannya.

    Simak: Begini Cikal Bakal Mobil Pedesaan Mahesa Rintisan Sukiyat

    Sukiyat menambahkan, komponen penyusun purwarupa tiga jenis Mahesa Nusantara saat ini terdiri dari 90 persen produk lokal dan 10 persen produk impor. Sepuluh persen produk impor itu meliputi blok presneling, piranti lunak di bagian dashboard, dan lain-lain.

    Namun, Sukiyat berjanji Mahesa Nusantara akan  menggunakan 100 persen produk lokal setelah mulai diproduksi secara massal pada Agustus 2018. Dengan menggunakan komponen lokal hasil karya sejumlah Industri Kecil Menengah di Jawa Tengah, harga jual Mahesa Nusantara dapat ditekan sehingga ramah bagi para petani. Tiap satu unit Mahesa Nusantara dibanderol Rp 50 juta sampai Rp 70 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.