Dorna Menguji MotoGP Mesin Listrik Kecepatan Rata-rata 174 Km/Jam

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sejumlah pembalap menguji coba mesin listrik yang kemungkinan akan digunakan pada balap 2018. Sumber: motorcycle.com

    sejumlah pembalap menguji coba mesin listrik yang kemungkinan akan digunakan pada balap 2018. Sumber: motorcycle.com

    TEMPO.CO, Aragon - Dorna menguji coba motor listrik balap yang nantinya menggantikan mesin MotoGP, yaitu Sarolea SP7. Dorna mengundang pembalap veteran yang sudah pernah mencicipi semua pabrikan di MotoGP, Loris Capirossi. Tes ini dilakukan untuk membandingkan kemampuan mesin listrik dengan mesin MotoGP yang dipakai saat ini.

    Capirossi mengetes SP7 dalam tes privat di Motorland Aragon menjelang putaran MotoGP dua pekan lalu. Chief Executive Officer Dorna Carmelo Ezpeleta menyaksikan tes tersebut, yang juga menarik perhatian anggota tim balap Ducati dan Yamaha.

    Baca: MotoGP: Johann Zarco Mengincar Kursi Rossi di Pabrikan Yamaha

    Balap motor listrik akan dibuka dan menjadi bagian dari balapan di setiap ajang MotoGP pada 2019. Dorna akan mengungkap nama-nama pemasok untuk seri satu yang kemungkinan dilakukan pada akhir Oktober. Capirossi telah menguji calon potensial lainnya, termasuk Lightning LS-218 yang dikendarainya di Circuit of the Americas.

    Dalam balapan TT Zero tahun ini di Isle of Man, Dean Harrison mengendarai Sarolea SP7 dan mampu menempati posisi keempat dengan kecepatan rata-rata 108,064 mph atau sekitar 174 kilometer per jam di Mountain Course. Balapan GP akan menawarkan tantangan yang berbeda dari Isle of Man TT, jadi penting bagi Dorna untuk melakukan tes seperti ini.

    Baca: Penyidikan Kecelakaan Nicky Hayden Diungkap ke Publik, Ini Isinya

    Perusahaan pemasok motor listrik seperti Sarolea dan Lightning berharap bisa terus berlanjut proyeknya di MotoGP, tapi pastinya bukan satu-satunya kandidat. Energica akan menjadi salah satu pabrikan potensial lainnya. Ada kemungkinan pula Mugen, produsen TT Zero yang memimpin empat kali, menunjukkan ketertarikan pada balapan ini. Mugen, tentu saja, terkait erat dengan Honda, yang dibentuk pada 1973 oleh anak laki-laki Soichiro Honda, Hirotoshi Honda.

    MOTORCYCLE.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.