Pembalap F1 Lewis Hamilton Main Burn Out di Atas Motor MV Agusta

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lewis Hamilton beraksi diatas motor MV Agusta F4. Sumber:visordown.com

    Lewis Hamilton beraksi diatas motor MV Agusta F4. Sumber:visordown.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap F1, Lewis Hamilton, tak hanya jago menyetir mobil, tapi juga piawai memainkan gas MV Agusta F4. Dalam perilisan MV Agusta F4 edisi terbatas, Hamilton ikut menunggang motor itu. Dengan menggunakan wearpack dan helm hitam, Hamilton memainkan gas untuk melakukan burn out atau memutar gas sehingga roda belakang mengeluarkan asap. Aksi ini sudah beberapa kali dilakukan Hamilton.

    Baca: MV Agusta Rilis F4 Edisi Lewis Hamilton Diproduksi Hanya 44 Buah

    Tak hanya itu, Hamilton melakukan wheelie atau mengangkat roda bagian depan. Ia terlihat seperti sudah bisa dengan motor MV Agusta F4. "Saya sangat bersemangat mengenalkan motor baru saya, F4 LH44. Saya senang menggunakan motor ini beberapa pekan yang lalu di Italia. Rasanya hebat dan seperti menggabungkan hal yang terbaik," kata Hamilton.

    Lewis Hamilton beraksi diatas motor MV Agusta F4. Sumber:visordown.com

    Pabrikan motor asal Italia merilis MV Agusta F4 edisi terbatas pembalap F1, Lewis Hamilton, pekan lalu. MV Agusta adalah pabrikan yang memproduksi motor-motor dengan desain eksotis dan dijual terbatas. MV Agusta tersebut diberi nama LH44 F4.

    Lewis Hamilton beraksi diatas motor MV Agusta F4. Sumber:visordown.com

    Edisi terbatas Lewis Hamilton tersebut mendapat fitur khusus, seperti suspensi Öhlins dan suspensi depan terbalik dengan balutan warna hitam, bukan warna emas seperti biasanya. Knalpotnya pun hanya satu, bukan empat seperti F4 reguler. MV Agusta mengklaim tenaga motor tersebut naik 7 HP menjadi 212 HP dengan sistem kontrol baru.

    VISORDOWN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.