MotoGP: Rossi dan Lorenzo Akan Menyulitkan Marquez Meraih Gelar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Marc Marquez memimpin balapan dimana rivalnya dari tim Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi berada dibelakang dalam MotoGP Jepang di sirkuit Twin Ring Motegi, Tokyo, Jepang, 16 Oktober 2016. Keluar sebagai Juara Dunia MotoGP 2016 di ajang GP Jepang ini, tidak luput dari terjatuhnya Lorenzo dan Rossi sehingga tidak dapat meningkatkan poin yang telah dikumpulkannya selama ini. AP Photo

    Pembalap Marc Marquez memimpin balapan dimana rivalnya dari tim Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi berada dibelakang dalam MotoGP Jepang di sirkuit Twin Ring Motegi, Tokyo, Jepang, 16 Oktober 2016. Keluar sebagai Juara Dunia MotoGP 2016 di ajang GP Jepang ini, tidak luput dari terjatuhnya Lorenzo dan Rossi sehingga tidak dapat meningkatkan poin yang telah dikumpulkannya selama ini. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo bisa menyulitkan Marc Márquez meraih gelar juara dunia MotoGP untuk keempat kalinya. Keduanya adalah rekan pesaing Marquez, yaitu Andrea Dovizioso dan Maverick Vinales.

    Marquez memimpin klasemen 16 poin dari Dovizioso dan 28 poin di depan Vinales. Dengan sisa 4 seri tersebut ada 100 poin yang diperebutkan

    Menghadapi selisih poin yang tipis biasanya tim menyiapkan strategi khusus, salah satunya menerapkan team order. Apalagi Ducati dan Yamaha juga memiliki pembalap yang kuat seperti Jorge Lorenzo yang meraih podium keduanya di MotoGP Aragon. Di Yamaha, ada Valentino Rossi yang bisa menyulitkan Marquez untuk meraih kemenangan. Keduanya bisa memantu rekannya.

    Baca: MotoGP: Carlo Pernat Sebut Marquez Bisa Lampaui 9 Gelar Rossi

    Soal isu team order, Dovi telah mencoba untuk menutup pertanyaan itu, "Saya melihat diri saya sebagai orang yang paling sportif, saya akan menjadi orang terakhir yang menanyakan hal seperti itu", ujarnya. Ia menyebut norma untuk menghindari team order masih kuat dan lebih baik dari balapan di Formula 1.

    Lorenzo mulai bisa beradaptasi dengan Desmosedici, namun masih ada masalah soal ban belakang yang terjadi di Aragon. Ia masih berharap kembali masuk podium. "Saya tidak keberatan membantu Andrea tapi tujuan saya adalah untuk memenangkan perlombaan," kata Lorenzo dalam beberapa kesempatan. Di 14 balapan yang berlangsung sejauh ini, dia baru dua kali berada di depan Dovizioso.

    Namun kondisi berbeda dihadapi Valentino Rossi yang belum pulih dari cedera. Bagi Rossi, tujuan kemenangan adalah meraih kembali daya saing dan membuktikan bahwa dia sudah kembali. Dalam arti tertentu, penampilan Aragon melakukan triknya, tapi itu tidak cukup bagi Rossi.

    Baca: Kata Bos Pramac Ducati: Biaya Terbesar Tim MotoGP Gaji Pembalap

    Ketika kemungkinan meraih gelarnya menipis, Valentino Rossi ingin memperbaiki posisinya menghadapi persaingan tahun depan termasuk dengan Marc Márquez. Pada 2010, ia berhasil masuk podium di Motegi, Jepang. Rossi dan Lorenzo adalah juara dunia MotoGP maka tak ada filsafat untuk tak menang. Keduanya tak bisa diremehkan pada 4 seri tersisa.

    GPONE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.