Risiko Meletus, Kenali Kapan Saatnya Ganti Ban Sepeda Motor

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat angka kode produksi yang tertera pada ban yang menunjukkan ban telah kadaluarsa. TEMPO/GRANDY AJI

    Empat angka kode produksi yang tertera pada ban yang menunjukkan ban telah kadaluarsa. TEMPO/GRANDY AJI

    TEMPO.CO, Jakarta - Ban sepeda motor merupakan salah satu komponen penting. Akibat kurangnya perhatian terhadap komponen ini, kecelakaan—seperti pecah ban dan terjatuh saat jalan licin—bisa saja terjadi.

    "Semuanya ada masa gantinya. Sangat bahaya apabila pemilik tidak mengetahui ban sepeda motornya sudah harus diganti. Sebab, banyak aus dan sudah tidak layak dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan," kata Endoy, mekanik bengkel Proban Motoparts, di Jalan Buaran Nomor 6 Blok L, Duren Sawit, Klender, Jakarta, Jumat, 6 Oktober 2017.

    Baca: Dua Cara Mengetahui Karet Ban Sepeda Motor Telah Kadaluarsa

    Endoy mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guna mengenali waktu yang tepat untuk mengganti ban. Setidaknya, ada tiga hal yang menunjukkan ban sepeda motor Anda sudah harus diganti.

    Melihat jarak tempuh yang telah dilalui sepeda motor merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan.

    Untuk penggantian ban depan, jarak normal untuk sepeda motor adalah 12 ribu kilometer, sedangkan untuk ban belakang 10 ribu kilometer.

    Selain itu, perhatikan tanda segitiga di sela-sela alur kembang ban dengan huruf TWI (tread wear indicator). Tanda ini merupakan patokan keausan ban.

    Baca: Kampas Rem Motor Habis Tak Diganti Bisa Merusak Komponen Lain

    Jika ketebalan kembang ban sudah sama dengan tanda TWI, ban sepeda motor sudah aus dan perlu diganti secepatnya.

    Hal yang dapat dilakukan secara visual untuk mengetahui kondisi ban sepeda motor adalah dengan mengecek kedalaman alur kembang ban. Jika kedalaman alur sudah terlihat kurang dalam, berarti ban sudah tergolong aus dan perlu diganti.

    GRANDY AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?