Begini Kesiapan Pabrik Traktor Memasok Rangka Mahesa Nusantara

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prototip mobil Mahesa Nusantara. 4 Oktober 2017. TEMPO/Dinda Leo Listy.

    Prototip mobil Mahesa Nusantara. 4 Oktober 2017. TEMPO/Dinda Leo Listy.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pabrikan Traktor Quick dan pengecoran logam CV Karya Hidup Sentosa (KHS) Yogyakarta menyatakan siap memasok rangka untuk mobil pedesaan Mahesa Nusantara buatan Sukiyat. Ia menambahkan untuk bahan baku bodi maupun rangka, pihaknya tak perlu impor sebab sumber daya di Indonesia melimpah.

    "Pabrik CV. KHS sendiri juga memiliki teknologi yang memungkinkan pembuatan rangka, body, gear box dan trasnmisi yang merupakan bagian utama selain mesin," kata Wakil Kepala Departemen Pemasaran CV. Karya Hidup Sentosa Yogya, Sudadyo ditemui Tempo, Jumat 6 Oktober 2017.

    Baca: Mahesa Nusantara Dijual Murah, Berapa Lama Sukiyat Balik Modal?

    Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan mesin dalam produksi traktor tangannya selama ini, CV KHS bermitra dan menjadi dealer utama mesin diesel Kubota. Menurut Sudadyo, dalam dunia otomotif, kawin silang komponen hal yang lumrah. Misalnya bodi dan rangka dalam negeri, namun mesin dari luar negeri.

    “Misalnya mobil Cheverolet lama dulu jika dibuka kapnya ternyata pakai mesin Isuzu, Mahesa tak masalah ketika dibuka pakai mesin Kubota, rangka bodi dari kami, dan dari pak Sukiyat produksi dashboard,“ ujarnya.

    Namun, Sudadyo menyatakan belum mengetahui jelas bagaimana mobil itu akan dibuat. “Kemauan mobil Mahesa itu nanti dibuat seperti apa detilnya kami belum tahu jelas,” ujarnya.

    Baca: Bos Kiat Minta Mobil Mahesa Tak Perlu STNK, Ini Jawaban Polisi

    Saat inisiator mobil Mahesa Nusantara, Sukiyat, yang juga inisiator mobil Esemka menemui pihak CV.KHS, baru memberikan gambaran melalui foto mobil Mahesa Nusantara yang dibuat. “Belum pernah membicarakan soal mesin, baru membahas soal kerangka model double cabin tapi sifatnya portable, di bawah 1000 cc,” ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.