Alasan Yamaha MotoGP Tak Ada Team Order untuk Rossi dan Vinales

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Maverick Vinales dan rekannya Valentino Rossi, berfoto bersama dengan tim Yamaha setelah berhasil finish diurutan pertama dan kedua pada MotoGP Argentina di sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, 9 April 2017. AP/Nicolas Aguilera

    Pembalap Maverick Vinales dan rekannya Valentino Rossi, berfoto bersama dengan tim Yamaha setelah berhasil finish diurutan pertama dan kedua pada MotoGP Argentina di sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, 9 April 2017. AP/Nicolas Aguilera

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, masih berpeluang menjadi juara dunia MotoGP 2017. Rossi tertinggal 56 poin dari pemimpin klasemen, Marc Marquez. Adapun Vinales hanya berselisih 28 poin. Dari hitung-hitungan poin tersebut memunculkan isu adanya team order.

    Dari empat seri yang tersisa, poin yang diperebutkan 100 poin. Angka poin bisa maksimal jika rekan satu timnya membantu dengan memberikan jalan kemenangan. Namun Manajer Tim Yamaha Massiomo Maregalli kepada bikesportnews.com membantah adanya strategi team order.

    Baca: MotoGP: Rossi dan Lorenzo Akan Menyulitkan Marquez Meraih Gelar

    "Kami belum pernah melakukan ini pada masa lalu. Bahkan sekarang kami belum mempertimbangkannya," katanya. "Namun, jika itu penting, jelas Rossi lebih cenderung akan mendukung Vinales daripada membuat Marquez menjadi juara MotoGP keempat."

    Pada 2015, Marquez telah menggagalkan Rossi menjadi juara dunia dengan membantu Jorge Lorenzo, yang saat itu menjadi rekan satu tim Rossi sekaligus pesaingnya. Marquez terlihat beberapa kali memperlambat laju motornya ketika Lorenzo sudah berada di depan. Namun Dorna saat itu tak bisa bertindak karena tak ada klausul bahwa membantu pembalap lain melanggar aturan.

    Baca: MotoGP: Johann Zarco Mengincar Kursi Rossi di Pabrikan Yamaha

    Pembalap Ducati Andrea Dovizioso juga memiliki peluang juara dunia. Ia hanya berselisih 16 poin dari Marquez. Namun ia menegaskan tak akan meminta bantuan ataupun membantu pembalap lain, seperti saat Marquez menyingkirkan Valentino Rossi dari perebutan gelar dunia MotoGP. "Saya adalah salah satu pembalap yang sangat menyukai sportivitas. Itulah sebabnya saya tidak akan pernah meminta hal seperti itu," ujarnya.

    SPEEDWEEK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.