Penjualan Truk Berbahan Bakar Gas di Cina Naik Pesat

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah busway mengantri untuk pengisian bahan bakar Gas di SPBG Pemuda, Rawamangun Jakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah busway mengantri untuk pengisian bahan bakar Gas di SPBG Pemuda, Rawamangun Jakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan truk besar atau heavy duty truck (HDT) berbahan bakar gas diperkirakan mencetak rekor penjualan di Cina tahun ini. Sebab, pemerintah telah melakukan kampanye antipolusi yang mencakup pembatasan kendaraan diesel.

    Saat ini, truk gas berkontribusi sekitar 4 persen dari lebih 6 juta unit truk dengan kapasitas 40-49 ton. Permintaan truk gas melonjak karena perusahaan dan produsen beralih ke kendaraan yang menggunakan gas, yang dipandang Beijing sebagai bagian penting dari perang melawan kabut asap.

    Baca: April 2017, Penjualan Truk Berat Tembus 1.525 Unit

    Penjualan truk-truk besar berbahan bakar gas melonjak 540 persen menjadi hampir 39 ribu unit dalam tujuh bulan pertama tahun ini.

    "Kami melihat lonjakan di truk LNG tahun ini berkat dorongan kebijakan pemerintah," kata Mu Lei, Manajer Pemasaran China National Heavy Duty Truck Group, yang dikenal sebagai Sinotruk, produsen terbesar HDT, seperti dikutip dari Reuters, Senin, 9 Oktober 2017.

    Simak: Januari-Agustus, Penjualan Truk Mitsubishi Tumbuh 288 Persen

    Pergeseran ke truk gas membantu permintaan bahan bakar LNG di Cina. Hal tersebut selaras dengan proyek utama pemerintah untuk mengalirkan gas kepada 1,4 juta rumah tangga agar beralih dari batu bara.

    Perusahaan Cina, seperti Jereh Group dan ENN Energy Holding, yang membangun stasiun pengisian bahan bakar LNG, dan Zhangjiagang CIMC Sanctum Cryogenic Equipment Co Ltd, yang mengkhususkan diri pada tangki LNG, diperkirakan mendapat keuntungan dari ledakan penggunaan gas tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.