Selasa, 20 Februari 2018

Pembalap Yamaha Van der Mark Akui Memiliki Darah Ambon

Reporter:

Eko Ari Wibowo

Editor:

Eko Ari Wibowo

Rabu, 11 Oktober 2017 09:41 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Yamaha Van der Mark Akui Memiliki Darah Ambon

    Pembalap Yamaha WSBK, Michael van der Mark dalam statusnya di instagram menyebut dirinya memiliki darah Indonesia. Pembalap asal Belanda ini menyatakan marga ibunya adalah matitaputty. Sumber: instagram.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Yamaha WSBK, Michael van der Mark mengakui bahwa dalam tubuhnya mengalir darah Ambon, Maluku. Dalam statusnya di akun Instagram @michaelvdmark, Van der Mark mengatakan ibunya memang berasal dari Ambon. "Ibu saya adalah 50 persen Indonesia," kata Van der Mark, yang mengunggah foto dia sedang memeluk ibunya di garasi pit.

    Baca: Menghitung Peluang Marquez, Doviziosi, dan Vinales di Empat Seri

    Beberapa warga net penasaran soal klaim Van der Mark. Akun @apituleyfelix, misalnya, bertanya, “Siapa nama marga atau keluarga ibumu?” Van der Mark pun menjawab bahwa ibunya bermarga Matitaputty.

    Sebenarnya status Van der Mark tersebut untuk menjawab pertanyaan sejumlah warga net soal dia yang mengunggah masakan asal Indonesia. Beberapa hari lalu, Van der Mark mengunggah foto salah satu hidangan Indonesia.

    Ia juga mengaku masih memiliki nenek di Indonesia. Bahkan ia sering makan masakan Indonesia. Dalam statusnya, Van der Mark juga menggunakan bahasa Indonesia. "Saya suka makan masakan Indonesia. #selamatmakan #Semoga Tuhan Memberkati Kamu," ujarnya.

    Baca: MotoGP: Cedera, Valentino Rossi Tak Kapok Bermain Flat Track

    Tak hanya foto dengan ibunya, Michael van der Mark juga menyertakan fotonya saat balita. Ia menggunakan pakaian pelaut putih-biru digendong seorang ibu yang menggunakan pakaian merah.

    Michael van der Mark sempat mencuat saat Yamaha Racing menunjuknya untuk membalap di MotoGP Aragon menggantikan Valentino Rossi yang saat itu sedang cedera. Namun Van der Mark tak jadi turun karena Rossi nekat membalap.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2018, Ada 8 Provinsi Rawan Politik Identitas

    Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum, Rahmat Bagja, mengatakan ada 8 provinsi penyelenggara Pilkada 2018 yang dianggap rawan politik identitas.