Kamis, 24 Mei 2018

Tesla Tarik 11.000 SUV Model X Karena Masalah Kursi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seperti Model S dan Model X sebelumnya, Tesla Model 3 juga memiliki kemampuan otonomi penuh, yang membuat pengendara bisa melakukan servis kendaraan tanpa harus meninggalkan rumah mereka. REUTERS

    Seperti Model S dan Model X sebelumnya, Tesla Model 3 juga memiliki kemampuan otonomi penuh, yang membuat pengendara bisa melakukan servis kendaraan tanpa harus meninggalkan rumah mereka. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil listrik Tesla Inc. menarik kembali 11.000 kendaraan SUV (sport utility vehicles) Model X di seluruh dunia, karena mekanisme penguncian yang salah di jok belakang menimbulkan risiko kursi jatuh ke depan dalam kecelakaan.

    Tesla mengatakan pada Kamis, 12 Oktober 2017 (Jumat WIB, 13 Oktober 2017) sejumlah kecil kabel di kursi lipat datar baris kedua di beberapa kendaraan Model X, yang diproduksi antara 28 Oktober 2016 hingga 16 Agustus 2017, mungkin perlu disesuaikan untuk memperbaiki masalah ini.

    Baca: Mobil Listrik Impian Elon Musk, Tesla Model 3, Diluncurkan

    Perusahaan, yang dipimpin oleh Elon Musk, mengatakan sekitar tiga persen dari kendaraan yang ditarik mungkin memiliki masalah, yang terdeteksi selama pengujian internal.

    Tesla mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan tentang gangguan atau kecelakaan terkait masalah tersebut.

    Baca: Tesla Tunda Peluncuran Truk Listrik

    Tesla yang berbasis di Palo Alto, California, telah menarik 2.700 SUV Model X di Amerika Serikat pada April 2016 karena engsel penguncian yang salah di jok baris ketiga.

    Perusahaan tersebut menarik 90.000 sedan Model S di seluruh dunia pada 2015, karena kemungkinan cacat pada unit sabuk pengaman depan, dan setahun sebelumnya telah menarik 29.222 kendaraan model yang sama atas kerusakaan "charging" (pengisian) yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran.

    Saham Tesla sedikit berubah pada 355,64 dolar AS dalam perdagangan diperpanjang pada Kamis, 12 Oktober 2017. 


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pasang Surut Hubungan Anwar Ibrahim dengan Mahathir Mohamad

    Anwar Ibrahim mendukung PM Malaysia Mahathir Mohamad, padahal Anwar sempat berseteru dan akhirnya dijebloskan ke penjara oleh Mahathir di 1999.