Rapor Penjualan Motor Honda September 2017, Honda BeAT Terlaris

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda BeAT (Dok. AHM)

    Honda BeAT (Dok. AHM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan data yang diolah dari Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) pada bulan September 2017, penjualan sepeda motor nasional tercatat 546.607 unit.

    Dari angka itu, sepeda motor Honda terjual 408.116 unit. Adapun segmen skutik secara nasional mencatat penjualan 455.020 unit dengan kontribusi skutik Honda sebanyak 357.512 unit.

    Baca: New Honda BeAT eSP Meluncur, Harganya Rp 14 Jutaan 

    Deputy General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor(AHM) Didi Kwok mengatakan penjualan segmen skutik Honda pada September 2017 ditopang oleh Honda BeAT eSP series sebanyak 186.870 unit, disusul Honda Vario series 111.883 unit.

    “Honda Scoopy terjual 58.144 unit, naik 26,2 peren dibanding bulan yang sama tahun lalu sebesar 46.069 unit,” kata Didi dalam siaran pers, Sabtu, 14 Oktober 2017.

    Simak: Laris, Skuter All New BeAT eSP Dongkrak Penjualan Honda

    Berikut ini rapor penjualan motor Honda sepanjang September 2017.

    Motor

    Penjualan

    1

    Honda BeAT eSP

    186.870

    2

    Honda Vario

    111.883

    3

    Honda Scoopy

    58.144

    4

    Honda Supra

    13.694

    5

    Honda Revo

    10.468

    6

    Honda CB150R StreetFire

    8.266

    7

    Honda CBR

    8.014

    8

    Honda Verza

    4.885

    9

    Honda Sonic 150R

    3.665

    10

    Honda Blade

    1.195

    11

    Honda Spacy

    381

    12

    Honda Megapro

    316

    13

    Honda PCX

    214

    14

    Big Bike Honda

    71

    15

    Honda CRF250RALLY

    30

    16

    Honda SH150i  

    20


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.