Ekspor Sepeda Motor Melonjak Pada September

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana perakitan motor milik PT Astra Honda Motor. (Dok. AHM)

    Suasana perakitan motor milik PT Astra Honda Motor. (Dok. AHM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kinerja ekspor sepeda motor terus menanjak. Berdasarkan data yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Minggu, 15 Oktober 2017, total ekspor bulan lalu tercatat sebanyak 42.005 unit.

    Angka tersebut melonjak sebesar 77,73 persen dibandingkan capaian pada bulan yang sama tahun lalu yakni sebanyak 23.634 unit.

    Baca: Ekspor Sepeda Motor Meningkat

    Satu-satunya agen pemegang merek (APM) yang belum berhasil menorehkan kinerja positif di pasar global adalah PT Kawasaki Motor Indonesia. Bulan lalu, ekspor sepeda motor Kawasaki hanya sebanyak 288 unit, turun sebesar 48,57 persen dibandingkan September tahun lalu yang sebanyak 560 unit.

    Adapun merek lainnya kompak berhasil meningkatkan kinerja. PT Astra Honda Motor melonjak drastis dari 3.709 unit menjadi 11.048 unit, PT Suzuki Indomobil Sales meningkat sebesar 18,92 persen dari 2.446 unit menjadi 2.909 unit.

    Simak: AISI: Ekspor Motor Bisa Terhambat Gejolak Politik

    PT TVS Motor Company Indonesia berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 33,23 persen dari 2.019 unit pada September 2016 menjadi 2.690 unit pada September 2017, dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing naik sebesar 68,25 persen dari 14.900 unit menjadi 25.070 unit.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.