Marc Marquez dan Pedrosa Kampanyekan Keselamatan Berkendara

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa memakaikan perlengkapan motor kepada siswa pada sesi pelatihan keselamatan berkendara di showroom Big Wing Honda di Astra Biz Center, BSD City, Tangerang, Banten, Selasa, 17 Oktober 2017.

    Dua Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa memakaikan perlengkapan motor kepada siswa pada sesi pelatihan keselamatan berkendara di showroom Big Wing Honda di Astra Biz Center, BSD City, Tangerang, Banten, Selasa, 17 Oktober 2017.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pembalap MotoGP Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa, kembali hadir di Indonesia untuk mengampanyekan keselamatan berkendara dengan tagline #Cari_Aman yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor (AHM) di BSD City, Banten.

    Marquez dan Pedrosa hadir untuk menularkan keselamatan berkendara sebagai gaya hidup kepada siswa SMK Teknik Sepeda Motor (TSM) Astra Honda dan bikers dari komunitas Honda CBR. Mereka juga memotivasi para anak muda agar selalu mengutamakan keselamatan berkendara seperti yang mereka lakukan saat di lintasan balap.

    “Dalam balapan, hal yang paling penting adalah memastikan pembalap terlindungi dengan helm dan racing suit yang dilengkapi dengan chest dan back protector terbaik karena segala sesuatu dapat terjadi di lintasan sirkuit. Pebalap juga harus paham tentang keselamatan karena keselamatan yang utama selain menjadi yang tercepat,” ujar Dani Pedrosa di Astra Biz Centee, BSD City, Selasa 17 Oktober 2017.

    Baca: Marc Marquez dan Dani Pedrosa Tiba di Jakarta

    Marc Marquez pun berharap keselamatan menjadi hal utama saat berkendara. “Saya harap keselamatan menjadi prioritas Anda semua saat berkendara dengan motor di jalan raya," kata Marquez yang menjadi pemimpin klasemen sementara MotoGP 2017 itu.

    "Safety gear saat balapan menjadi hal yang utama sama halnya safety gear yang digunakan saat berkendara di jalan. Safety gear bukan digunakan hanya saat berkendara di kecepatan tinggi namun menjadi bagian penting saat berkendara setiap hari dan menjadi bagian gaya hidup pengendara,” ujar Marc Marquez.

    Dalam rangkaian kegiatan #Cari_Aman bersama President Director AHM Toshiyuki Inuma dan Executive Vice President Director AHM Johannes Loman, kedua pebalap MotoGP itu juga memakaikan safety gear secara simbolis kepada siswa pada sesi pelatihan keselamatan berkendara di showroom Big Wing Honda di Astra Biz Center.

    Sebanyak 30 siswa SMK TSM Astra Honda dan PT Wahana Makmur Sejati sebagai main dealer Honda wilayah Jakarta dan Tangerang mendapatkan pelatihan keselamatan berkendara dari para instruktur AHM.

    Marketing Director AHM Thomas Wijaya mengatakan AHM berupaya agar keselamatan berkendara menjadi bagian gaya hidup masyarakat Indonesia melalui kampanye #Cari_Aman yang sudah diperkenalkan sejak Maret lalu.

    Baca: Kawasaki Sesumbar Konsumen Tetap Loyal Meski Ada Honda CRF 150

    AHM telah mempersiapkan sumber daya manusia, edukasi, teknologi sepeda motor, komunikasi aktif ke publik, pembangunan infrastruktur safety riding center, serta menghadirkan simulator berkendara Honda Riding Trainer (HRT) untuk mendukung kampanye keselamatan berkendara.

    “Kali ini, AHM menggandeng pebalap MotoGP Marc Marquez dan Dani Pedrosa untuk menginspirasi anak muda Indonesia dan menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidupnya," katanya.

    Thomas menjelaskan hingga saat ini AHM telah melakukan 16.000 program safety riding untuk jutaan orang, melahirkan 150 instruktur safety riding dan 2.200 advisor safety riding di jaringan Honda.

    Mereka juga mengaplikasikan teknologi keamanan di banyak sepeda motor Honda seperti teknologi ABS dan CBS, mendirikan 5 safety riding center, dan menyebarkan 924 alat simulasi berkendara HRT yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 12 juta pengguna.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.