Marquez Prihatin Banyaknya Anak di Bawah Umur Korban Kecelakaan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP Tim Repsol Honda Marc Marquez dan Dani Pedrosa mengunjungi Pabrik PT Atsra Honda Motor di Sunter, Jakarta, 16 Oktober 2017. Kedua pembalap itu tiba di Jakarta untuk menghadiri kegiatan Meet and Greet penggemarnya di BSD, Tangerang, pada Selasa 17 Oktober. Dok/AHM

    Pembalap MotoGP Tim Repsol Honda Marc Marquez dan Dani Pedrosa mengunjungi Pabrik PT Atsra Honda Motor di Sunter, Jakarta, 16 Oktober 2017. Kedua pembalap itu tiba di Jakarta untuk menghadiri kegiatan Meet and Greet penggemarnya di BSD, Tangerang, pada Selasa 17 Oktober. Dok/AHM

    TEMPO.CO, Banten - Marc Marquez, Duta Federasi Otomotif Internasional (FIA), mengkampanyekan kesadaran berkendara. Salah satunya adalah selalu gunakan helm saat berkendara dengan motor. Ia merasa prihatin dengan kecelakaan yang banyak melibatkan anak di bawah umur.

    Program ini adalah hasil kerja sama Michelin Indonesia, Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan FIA di Indonesia, yang diwakili Ikatan Motor Indonesia (IMI). Dalam program ini, semua peserta diperkenalkan dengan 10 Golden Rules hasil kemitraan FIA dengan Michelin.

    Marc Marquez dan Dani Pedrosa menularkan keselamatan berkendara sebagai gaya hidup pada anak-anak muda siswa Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Sepeda Motor (TSM) Astra Honda dan biker dari komunitas Honda CBR.

    Baca: MotoGP: Marquez Tak Menyangka Performa Dovizioso Prima di Motegi

    "Semua siswa tersebut diberikan edukasi aman berkendara dan lulus ujian surat izin mengemudi (SIM) A dan C," kata Presiden Direktur Michelin Indonesia Frederick Mueller di BSD, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 17 Oktober 2017.

    Fenomena pengendara di bawah umur seakan sudah menjadi hal lumrah di Indonesia. Akibatnya, kecelakaan yang melibatkan pengendara di bawah umur terus meningkat.

    "Karena masalah ini bukan hanya masalah di Indonesia, tapi juga global. Jika edukasi tidak dilakukan dengan efektif, dari data Korlantas, maka bisa dua kali lipat meningkat tiap tahunnya," ujar Handa Lesmana, Kasubdit Analisis dan Dampak Lalu Lintas Kementerian Perhubungan, dalam acara perayaan kelulusan Michelin Safety Academy.

    Handa mengatakan kecelakaan yang melibatkan pengendara di bawah umur bisa meningkat dua kali lipat.

    Baca: Kawasaki Sesumbar Konsumen Tetap Loyal Meski Ada Honda CRF 150

    Selain itu, fenomena orang tua yang memberikan kendaraan kepada anaknya yang masih di bawah umur dan belum memiliki SIM merupakan paradigma pemikiran yang salah.

    "Fenomena orang tua memberi sepeda motor atau orang tua malah bangga anaknya bisa naik kendaraan, padahal masih di bawah umur dan belum punya SIM, itu merupakan pemikiran yang keliru," ucapnya.

    Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab lingkungan, keluarga, pihak terkait, dan kita semua untuk memberikan edukasi dan pemahaman mengenai bahaya berkendara bagi anak di bawah umur.

    "Kami berharap besar untuk selalu menjaga keselamatan dan tertib berlalu lintas. Saatnya bertindak, tanggung jawab berlalu lintas adalah tanggung jawab kita semua," tuturnya.

    GRANDY AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.