Brendon Hartley Gantikan Pierre Gasly GP F1 Austin

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Brendon Hartley asal Selandia Baru. Dean Treml/Red Bull Content Pool.

    Pembalap Brendon Hartley asal Selandia Baru. Dean Treml/Red Bull Content Pool.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim balap F1 Scuderia Toro Rosso mengumumkan akan menggunakan jasa Brendon Hartley untuk mengisi kursi Pierre Gasly yang lebih memilih balap di Super Formula di Jepang. Hartley akan berduet dengan Daniil Kvyat yang kembali balapan setelah absen di F1 GP Singapura dan Malaysia.

    Hartley merupakan pembalap Selandia Baru kelahiran 10 November 1989. Saat ini ia berkompetisi di ajang FIA World Endurance Championship bersama Porsche di LMP1. Di ajang ini, Hartley pernah menyabet gelar juara dunia pada 2015, bersama rekan satu tim Mark Webber dan Timo Bernhard.

    Baca: F1: Toro Rosso Ganti Kvyat dengan Pierre Gasly di GP Malaysia

    Saat ini, Hartley sedang memimpin kejuaraan dunia FIA World Endurance Championship bersama rekan satu stim Bernhard dan Earl Bamber. Terakhir ia memenangkan lomba ketahanan 24 jam Le Mans bersama Bamber dan Bernhard.

    Hartley akan menjadi pembalap Selandia Baru pertama setelah terakhir kali Mike Thackwell tampil di balap jet darat ini pada 1984.

    Kembalinya Hartley ke balap single seater ini berarti ia akan reuni dengan rival semasa balap di Formula Renault 3.5, Daniel Ricciardo (RedBull Racing). Di seri Monaco (2011) Ricciardo dan Hartley sempat berbagi podium juara.

    Simak: 2018, Aston Martin Akan Sokong Tim Red Bull F1

    "Itu sulit, bahkan mungkin telah mengubah hidup saya," kata Hartley. Ia pernah menjadi pembalap binaan RedBull bersama Daniel Ricciardo di masa junior. Bahkan mereka pernah bertarung bersama di Formula Renault 3.5. Keduanya pernah tampil sebagai juara 1-2 di Formula 3.5 seri Monaco pada 2011.

    "Saya sudah bersama RedBull sejak lama. Tapi saya harus memutuskan untuk melakukan sesuatu setelah tersisih di single seater."

    Setelah malang melintang di balap single seater pada 2010 dan 2011 dengan minim prestasi di GP2 dan Formula Renault 3.5, Hartley banting stir ke balap mobil sport.

    Ia kemudian membuktikan talentanya di kejuaraan balap mobil FIA World Endurance Championship Le Mans. Pekan ini, ia akan kembali mencoba keberuntungannya megemudikan mobil F1 bersama Scudera Toro Rosso.

    Bos tim Toro Rosso Franz Tost mengaku senang bekerja sama lagi dengan Hartley, yang terakhir kali menjajal mobil F1 bersama tim Mercedes pada 2012 silam.

    "Hartley telah menjadi bagian dari keluarga besar RedBull sejak lama di kelas yang berbeda, termasuk ketika menjadi pembalap tes dan cadangan untuk RedBull Racing dan Toro Rosso. Sekarang dia akan kembali balapan bersama kami di F1 Austin,” ujarnya.

    FORMULA 1


  • F1
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.