3 Cara Mitsubishi Agar Penginden Tak Pindah Ke Merek Lain

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia meluncurkan Mitsubishi Xpander di Paragon Mall, Semarang, 23 Agustus 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia meluncurkan Mitsubishi Xpander di Paragon Mall, Semarang, 23 Agustus 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memiliki strategi jitu dalam menyiasati antrean penginden Mitsubishi Xpander. Mitsubishi tetap ingin mempertahankan penginden yang belum menerima mobil.

    "Kami akan memberikan apresiasi kepada konsumen, nanti programnya akan dimulai bulan depan," kata Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, Kamis 19 Oktober 2017.

    Baca: Mitsubishi Motors: SPK Mitsubishi Xpander Tidak Ada yang Bodong 

    Ia melanjutkan apresiasi itu salah satunya menggelar gathering dengan konsumen. Dalam gathering itu, kata Irwan, Mitsubishi akan memberikan sesuatu sebagai bentuk terima kasih karena masih setia menunggu inden mobil. Soal bentuknya, Irwan mengatakan," Sedang kami siapkan tunggu saja nanti."

    Simak: Kuartal I 2018, Ribuan Mitsubishi Xpander Diekspor ke ASEAN 

    Selanjutnya, Mitsubishi akan menggencarkan program test drive Xpander. Irwan mengatakan selama ini masih banyak konsumen yang menginden Mitsubishi Xpander namun belum pernah menjajal impresinya.

    "Sekarang sudah tersedia mobil test drive di diler, ketika mencoba mereka akan lebih yakin lagi. Kita persilakan konsumen bandingkan dengan kompetitor. Kami bisa yakin Mitsubishi Xpander adalah pilihan terbaik," ujarnya.

    Tak hanya itu, Mitsubishi juga akan menggenjot memaksimalkan produksi. Mulai bulan depan, kata Irwan, produksi akan digenjot hingga 5 ribu per bulan. "Oktober ini produksi masih sekitar 4 ribuan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara