F1: Sean Gelael Antusias Hadapi FP1 GP Austin

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap tes tim F1 Scuderia Toro Rosso Sean Gelael di GP Singapura, September 2017. Dok. Sean Gelael

    Pembalap tes tim F1 Scuderia Toro Rosso Sean Gelael di GP Singapura, September 2017. Dok. Sean Gelael

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menuntaskan seri ke-10 balapan F2 di sirkuit Jerez Spanyol, pebalap muda Indonesia Sean Gelael langsung bersiap menghadapi sesi latihan bebas bersama tim Formula 1 Toro Rosso. Pebalap berusia 20 tahun ini akan tampil pada sesi latihan bebas pertama atau FP1 di sirkuit Austin, Amerika Serikat, Jumat, 20 Oktober 2017.

    Untuk persiapan, Sean sudah menjalani latihan simulator VS1 secara simultan di markas Red Bull Racing yang berada di London. Putra mantan pereli nasional Ricardo Gelael ini menghabiskan waktu hampir 10 jam di atas mesin simulasi yang khusus digunakakan pebalap F1 dari pukul 08.00 sampai pukul 18.00.

    Baca: Sean Gelael Akan 4 Kali Tampil di Latihan Bebas Pertama F1

    Dalam sesi latihan simulator ini, Sean mempelajari seluk beluk dan karakter sirkuit. Latihan ini cukup menguras tenaga karena VS1 didesain mendekati kondisi rill balapan yang mana pebalap mengenakan kacamata 3 dimensi dan bisa merasakan guncangan akibat downforce. Latihan dimulator ini dijalani Sean dalam beberapa hari.

    Sean mengaku cukup antusias untuk menjalani sesia Fp1 di sirkuit Austin ini. “Seperti halnya di Marina Bay Singapura, ini merupakan penampilan pertama saya di Austin. Tentu saya sangat antusias karena tantangan dan tekanan yang akan saya hadapi cukup sulit,” kata Sean.

    Simak: Jadi Test Driver Tim F1 Toro Ross, Sean Gelael: Seperti Mimpi

    Seperti FP1 sebelumnya, Sean akan menjalani program yang sudah disusun oleh tim Toro Rosso. Sean akan memakai mobil STR12 milik pebalap Rusia Daniil Kvyat. Sean sudah tiba di Amerika Serikat pada hari Senin. Pebalap yang gemar music hip hop ini sengaja datang lebih awal agar bisa adaptasi dan lebih rileks menghadapi balapan.

    Sean menyempatkan diri mengunjungi beberapa tempat, seperti area Gravity di Austin. Dia juga tidak mau membuang kesempatan untuk datang ke Arena AT&T Center di San Antonio guna menyaksikan langsung tim basket idolanya, San Antonio Spurs, menjamu Minnesota Timberwolves. “Sangat menyenangkan berada di tempat seperti ini,” ujar Sean.

    Sirkuit Austin cukup menantang karena cukup komplet. Sirkuit yang dirancang Herman Tilke ini memiliki panjang lintasan 5,5 kilometer. Siruit ini memiliki tantangan 20 tikungan dengan variasi 11 menikung ke kiri dan sembilan ke kanan. Jumlah tikungan ke kiri lebih banyak karena arah balapan berlawanan dengan arah jarum jam.

    Trek lurus yang panjang tersedia setelah pebalap melewati tikungan 11. Di lintasan lurus sepanjang 1.200 meter ini menjadi kesempatan besar bagi pebalap untuk menyusul pebalap lain. Karakter trek semakin unik dengan adanya variasi turunan dan tanjakan, serta tikungan yang berbentuk huruf “V”.

    Bagi Sean Gelael penampilan di Austin akan menjadi yang ketiga dalam sesi FP1 bersama tim Toro Rosso. Sebelumnya, pebalap tim Pertamina Arden yang didukung Jagonya Ayam ini, juga menjalani FP1 di Singapura dan Malaysia. Setelah Austin, Sean juga dijadwalkan tampil di sirkuit Meksiko pada akhir Oktober.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.