Dealer Motor Tua Ini Sering Didatangi Pejabat dan Orang Penting

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik Marwan Motor, Marwan, 62 tahun, memamerkan motor tua yang akan dijualnya. Showroom yang menempati rumah Marwan ini menyediakan sekitar 100 motor tua dari berbagai merek dan tipe dengan harga bervariasi. TEMPO/DINDA LEO LISTY

    Pemilik Marwan Motor, Marwan, 62 tahun, memamerkan motor tua yang akan dijualnya. Showroom yang menempati rumah Marwan ini menyediakan sekitar 100 motor tua dari berbagai merek dan tipe dengan harga bervariasi. TEMPO/DINDA LEO LISTY

    TEMPO.CO, Sukoharjo - Marwan, 62 tahun, adalah pemilik Marwan Motor, dealer rumahan di Jalan Slamet Riyadi Nomor 198, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, yang menjual puluhan koleksi motor tua. Menurut dia, dealer-nya beberapa kali didatangi pejabat.

    Ia mengatakan pejabat yang dimaksud Marwan, dari sejumlah direktur bank di Jakarta, seorang direktur jenderal di Kementerian Dalam Negeri, hingga seorang direktur jenderal di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

    “Adik Pak Sutiyoso (mantan Gubernur DKI Jakarta) juga beli Honda 90S tahun 1969 seharga Rp 16 juta. Namanya Pak Darmono, beliau tokohnya klub Harley-Davidson di Yogyakarta,” kata Marwan di rumahnya, Selasa, 16 Oktober 2017. Bahkan, ada satu kolektor dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang sudah membeli 25 motor.

    Baca: Dealer Motor Tua di Solo Ini Menjual Honda C50 hingga Vespa Jadul

    “Dia sudah punya sekitar 200 motor tua di rumahnya. Rencananya dia mau membuka museum motor tua di Magelang, seperti museum angkot di Malang,” kata Marwan.

    Marwan mengatakan kunci dalam bisnisnya adalah kejujuran. “Kalau mesinnya kurang bagus, ada beberapa bagian yang tidak orisinal, katakan dari awal. Sekali berbohong, pembeli pasti komplain, rusaklah nama Anda,” kata Marwan.

    Di sela wawancara, Marwan beberapa kali mengangkat telepon dari calon pembeli. Dalam tiap percakapan via telepon itu, Marwan langsung menjelaskan secara detail kondisi motor tua yang hendak dipesan serta harga yang dia tawarkan.

    Simak: Resep Marwan Buka Dealer Motor Tua Laris tanpa Beriklan

    Berkat keteguhannya memegang prinsip jujur, Marwan mengklaim belum pernah dikomplain pembeli selama menjalankan usaha jual-beli motor tua sejak 1978. Sebaliknya, pelanggan Marwan terus bertambah karena testimoni positif yang terus tersebar dari mulut ke mulut.

    Marwan merintis usaha jual-beli motor tua sejak masih berumur 23 tahun. Pada masa itu, Marwan sudah menikah dan dikaruniai tiga anak. Untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja sebagai tukang jahit pakaian.

    “Saya hanya lulusan SMP. Tapi saya punya cita-cita menyekolahkan anak-anak sampai jadi sarjana,” kata Marwan yang kini memiliki lima anak dan delapan cucu. Bermodal tabungan dari hasil menjahit, demi mencari tambahan penghasilan, Marwan mulai membeli dua motor bekas.

    Keuntungan hasil penjualan motor bekas itu dia putar lagi untuk modal menambah barang dagangan. Beruntung rumahnya berada di tepi jalur alternatif penghubung tiga kota besar, Solo-Yogyakarta-Semarang. Sehingga banyak pengguna jalan yang melirik pada motor-motor tuanya yang dipajang di muka rumah.

    Salah satu pengunjung Marwan Motor, Bambang, 40 tahun, mengaku puas dengan motor tua yang pernah dia beli dari Marwan. “Dua tahun lalu saya beli Honda C70 tahun 1979 di sini. Masih orisinal semua, harganya Rp 7 juta. Sekarang saya baru pesan Honda CB 200 cc,” kata warga Patehan Lor, Yogyakarta, itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?