Michelin Perpanjang Kontrak sebagai Penyuplai Ban MotoGP 2023

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MICHELIN

    MICHELIN

    TEMPO.CO, Jakarta - Michelin akan melanjutkan kontraknya menjadi penyuplai ban untuk balap MotoGP hingga 2023. Perusahaan ban asal Prancis telah menggantikan Bridgestone yang saat itu menjadi pemasok tunggal pada awal 2016. Selama ini, Michelin memasok tiga jenis ban depan dan tiga jenis ban belakang yang membuat balapan menjadi seru.

    Baca: Michelin Bidik Pasar Ban Vulkanisir

    "Saya senang bahwa MotoGP dan Michelin akan melanjutkan kolaborasi selama lima tahun ke depan," kata Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna Sports, Sabtu, 21 Oktober 2017, "MotoGP hanya terus tumbuh, menggairahkan, dan menggetarkan penggemar sejak Michelin masuk sebagai pemasok ban tunggal pada 2016, dan kami bangga bahwa keberlanjutan kemitraan kami sekali lagi untuk menciptakan balapan yang seru. Ini adalah berita fantastis untuk kejuaraan, tim, dan pembalap."

    Pascal Couasnon, Direktur Michelin Motorsport, menyatakan kegembiraannya telah menandatangani perpanjangan kontrak untuk MotoGP. "Kami terus mengembangkan ban balap yang lebih aman dan lebih kompetitif, serta inovasi yang terus dilakukan," katanya.

    Baca: Michelin Optimistis Pasar Otomotif Bergairah

    Ia pun mengatakan pihak Michelin akan terus bekerja sama dengan para pembalap untuk memberikan masukan atas produk ban buatannya. Ia menambahkan, pada ban buatannya ada sejumlah kekurangan sehingga butuh masukan dari para pengguna. "Michelin juga senang bisa terus bekerja sama dengan tim dan pembalap. Mereka memberi sambutan saat kami kembali ke MotoGP. "

    Salah satu tujuan utama Michelin untuk masa depan adalah memperbaiki kualitas kontrolnya, sehingga masing-masing ban memiliki kinerja sebaik mungkin di MotoGP.

    CRASH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.