2017, Target Stasiun Pengisian Motor Listrik 5 Ribu Unit

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan mencoba motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, 19 Oktober 2017. Jonan yakin Motor Gesits akan bisa bersaing dengan motor konvensional. ANTARA

    Menteri ESDM Ignasius Jonan mencoba motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, 19 Oktober 2017. Jonan yakin Motor Gesits akan bisa bersaing dengan motor konvensional. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyediakan infrastruktur listrik yang mudah dijangkau sebagai langkah untuk mengembangkan motor listrik .

    "Kalau dari Kementerian ESDM tugasnya memastikan penyediaan energi listrik mudah. Ini yang sedang kita percepat," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Publik Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, Ahad 22 Oktober 2017.

    Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan meminta PT PLN (Persero) untuk mempercepat dan memperluas pembangunan stasiun penyedia listrik umum (SPLU) di beberapa kota besar. Jonan juga meminta PLN untuk membangun SPLU di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

    Baca: Menteri Jonan Ingin Motor Listrik Gesits Segera Dipasarkan

    "Di SPBU mana saja, tidak hanya di SPBU Pertamina. SPLU juga akan dibangun di tempat-tempat umum seperti tempat parkir dan pusat perbelanjaan."

    Hingga saat ini, PLN menyediakan 800 unit stasiun pengisian listrik umum (SPLU) di beberapa kota besar. Sebanyak 550 unit sudah disebar di beberapa tempat umum di Jakarta. PLN menargetkan akan membangun 5.000 unit SPLU pada tahun ini.

    Jonan mengatakan, Presiden Joko Widodo tengah menyusun regulasi dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) untuk pemberian insentif kepada pelaku industri kendaraan motor listrik.

    Regulasi ini akan menjadi acuan dan road map bagi pelaku usaha dalam mengembangkan kendaraan ramah lingkungan tersebut.

    Menurut Jonan, pemerintah mendukung penjualan kendaraan listrik dalam negeri. Dia juga berharap industri dalam negeri dapat bersaing dengan produk impor dengan harga yang lebih murah.

    Jonan telah mencoba mengendarai sepeda motor matic dalam negeri bertenaga listrik, Gesits. Purwarupa sepeda motor tersebut merupakan buatan dalam negeri PT Gesits Technology Indo, anak perusahaan Garansindo Group.

    Baca: Ini Alasan Honda Belum Memproduksi Sepeda Motor Listrik

    Sepeda motor itu dinamai Gesits yang risetnya ditangani kelompok mahasiswa Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Gesits merupakan singkatan dari Garansindo Electric Scooter ITS.

    CEO Garansindo Group Muhammad Al Abdullah mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan ITS dan PT Wijaya Karya Konstruksi. Sepeda motor listrik akan dijual murah di pasaran, pada tahun depan. Untuk awal, sepeda motor tersebut akan dijual 80.000 unit dengan harga jual di kisaran Rp17-Rp20 juta per unit.

    "Kita menyasar kalangan masyarakat perkotaan dan masyarakat desa," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.