Rossi Bicara Peluang Dovizioso Rebut Gelar MotoGP dari Marquez

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP dari tim Yamaha, Valentino Rossi mengendarai motornya saat ikuti sesi Free Practice 3 MotoGP Australia di Phillip Island dekat Melbourne, Australia, 21 Oktober 2017. AP Photo

    Pembalap MotoGP dari tim Yamaha, Valentino Rossi mengendarai motornya saat ikuti sesi Free Practice 3 MotoGP Australia di Phillip Island dekat Melbourne, Australia, 21 Oktober 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemenangan Marc Marquez dalam balapan MotoGP Australia tak memupus peluang Andrea Dovizioso merebut gelar juara. Valentino Rossi mengatakan keunggulan poin Marquez saat ini sudah terlalu besar dari Dovizioso. Selisih poin antara Marc Marquez dan Andrea Dovizoso mencapai 33 poin dengan dua balapan tersisa.

    Baca: Marquez Beberkan Strateginya hingga Menang di MotoGP Australia

    "Hari ini adalah masalah besar bagi Dovi karena sekarang selisih poin (dengan Marquez) terlalu besar dan hanya tersisa dua balapan," kata Rossi usai balapan Minggu 22 Oktober 2017. Ia mengatakan sangat berat Dovi untuk mengejar ketertinggalan itu namun ia harus bekerja keras.

    Dalam kesempatan itu, Rossi menepis wacana pabrikan Yamaha yang akan menempatkan Johann Zarco sebagai pembalap pabrikan ketiga. Hal ini telah diterapkan oleh Ducati kepada Danilo Petrucci dan Honda memberikannya kepada Cal Crutchlow.

    Berbicara dalam konferensi pers pasca-lomba, Rossi mengatakan: "Saya tidak tahu apakah itu ide bagus bagi Zarco untuk memiliki motor kami! Ya, bisa jadi, ya, tapi saya tidak tahu apakah ini ide bagus bagi Zarco untuk menggunakan motor pabrikan. "

    Baca: MotoGP Australia: Marquez Menang, Rossi Kedua, Dovizioso Ke-13

    Rekan setim Valentino Rossi, Maverick Vinales juga menambahkan soal wacana tersebut, dengan mengatakan: "Saya pikir memiliki pembalap ketiga bisa lebih berpengalaman dan Johann membalap dengan sangat baik di akhir musim dan ini menarik. Tapi seperti yang dikatakan Valentino, saya pikir dia sedikit bingung. Tidak apa-apa, saya pikir kita bisa bekerja dan saya berharap kita bisa memiliki satu motor lagi untuk bekerja lebih keras lagi."

    CRASH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.