Ini Alasan Konsumen Harus Segera Inden Ferrari 812 Superfast

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ferrari Jakarta resmi memperkenalkan Ferrari 812 Superfast, di Showroom Ferrari Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa 24 Oktober 2017. TEMPO/GRANDY AJI

    Ferrari Jakarta resmi memperkenalkan Ferrari 812 Superfast, di Showroom Ferrari Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa 24 Oktober 2017. TEMPO/GRANDY AJI

    TEMPO.CO, Jakarta - Ferrari Indonesia menghadirkan mobil tercepat yang pernah diproduksi, yakni 812 Superfast. Namun Anda harus bersabar. Mobil ini baru bisa dihadirkan untuk konsumen pada pertengahan tahun depan. Bahkan, Anda kemungkinan harus menunggu lebih lama karena saat ini 812 Superfast terbilang laris.

    Saat peluncuran, perusahaan baru mendatangkan mobil dengan posisi setir kiri yang tidak sesuai dengan standar di Indonesia. Namun demikian, Ferrari Jakarta telah menerima pemesanan.

    Baca: Ferrari 812 Superfast Bisa Segera Dipesan, Harga Diatas Rp 6 M?

    "Sudah banyak yang menanyakan dari konsumen kami. Mobil baru datang pada semester kedua tahun depan. Apabila minat banyak maka masa tunggu bisa lebih lama," kata CEO Ferrari Indonesia Arie Christopher dalam peluncuran produk tersebut, Selasa 24 Oktober 2017.

    Ferrari memang selalu menerapkan sistem kuota untuk konsumen di seluruh dunia. Artinya, mobil yang diproduksi sangat terbatas. Ini ditujukan untuk menjaga eksklusivitas. Namun Arie belum bisa memastikan jumlah kuota untuk Indonesia.

    Dia hanya menjelaskan, jika kuota tahun depan pembelian Ferrari 812 Superfast telah terpenuhi, maka konsumen baru bisa menerima barang pada 2019. Begitu juga jika kuota 2019 sudah penuh, maka barang baru bisa didistribusikan pada 2020.

    Baca: Ferrari Luncurkan 812 Superfast, Simak Teknologi F1 yang Diadopsi

    "Ini biasa terjadi, dan konsumen kami tahu akan hal itu. Mereka tetap menunggu karena konsumen kami sangat loyal," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara