Dimas Ekky Akan Gantikan Jorge Navarro Balap Moto2 di GP Malaysia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Astra Honda Racing Team Dimas Ekky saat beraksi di babak kualifikasi FIM CEV Moto2 di Sikuit Jerez, Spanyol, 16 September 2017. Dok. AHM.

    Pembalap Astra Honda Racing Team Dimas Ekky saat beraksi di babak kualifikasi FIM CEV Moto2 di Sikuit Jerez, Spanyol, 16 September 2017. Dok. AHM.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Federal Oil Gresini menunjuk Dimas Ekky Pratama, pembalap CEV Spanyol untuk menggantikan Jorge Navarro yang mengalami cedera saat balapan di Sirkuit Phillip Island, Australia pekan lalu. Dimas akan memulai debut Moto2 di Sirkuit Sepang, Malaysia akhir pekan ini.

    "Navarro ingin digantikan oleh Dimas Ekky Pratama dari Indonesia, yang saat ini membalap di Moto2 CEV," dalam pernyataan resmi Federal Oil Gresini Moto2, Rabu 26 Oktober 2017.

    Baca: Honda Meluncurkan PCX Hybrid di Tokyo Motor Show, Makin Elegan

    Jorge Navarro telah menjalani operasi yang sukses pada Senin pagi di Melbourne. Navarro terjatuh pada awal balapan ketika berebut tempat di depan.

    Pembalap Valencia berusia 21 tahun itu akan keluar dari rumah sakit Australia hari ini, sebelum kembali ke Eropa besok untuk memulai proses rehabilitasi. Proses pemulihan diperkiraan membutuhkan waktu pemulihan antara dua dan tiga minggu. Tim Federal Oil Gresini Moto2 yang ingin kembali memenangkan balapan di kandangnya Valencia kemungkinan bisa terjadi.

    Baca: CEV Repsol Moto2 Race 2: Dimas Ekky Sempat Berebut Grid 3, Tapi..

    Pembalap berusia 25 tahun dari Depok, yang akan melakukan debut Kejuaraan Dunia dengan sebuah tim yang memiliki hubungan historis dan sangat penting melalui sponsor dan mitranya di Indonesia. Dimas Ekky Pratama, yang saat ini berada di urutan keenam klasemen CEV Moto2 dengan satu podium finish tahun ini akan berlomba dengan nomor 26.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.