Ini Kekurangan Kawasaki Ninja 250 Baru Dibandingkan CBR250RR

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasaki Ninja 250 yang dipamerkan di Tokyo Motor Show 2017. Sumber: overdrive.in

    Kawasaki Ninja 250 yang dipamerkan di Tokyo Motor Show 2017. Sumber: overdrive.in

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasaki telah meluncurkan Ninja 250 baru di Tokyo Motor Show 2017 sejak Rabu 25 Oktober 2017. Kawasaki Ninja 250 ini memiliki spek mesin yang lebih unggul dibandingkan Honda CBR250RR.

    Kawasaki tetap menggunakan desain mesin dua silnder berkapasitas 249 cc berpendingin air yang mampu menyeburkan tenaga 39 PS setara dengan Kawasaki Ninja 300 yang dijual saat ini. Ninja 250 menggunakan kombinasi diameter dan langkah: 62 mm x 41,2 mm. Torsi juga mengalami peningkatan menjadi 23,5 Nm.

    Baca: Bersaing dengan Yamaha Nmax, Inilah Keunggulan Honda PCX Baru

    Soal tenaga, Honda CBR250RR harus mengaku kalah diatas kertas dengan Kawasaki Ninja 250. Honda CBR250RR hanya 38,17 HP dengan torsi 23,3 Nm. Mesin CBR menganut diameter dan langkah: 62 mm x 41,4 mm.

    Kawasaki Ninja 250 memiliki berat hanya 167 kilogram sementara Honda CBR250RR memiliki bobot 168 kilogram. Semakin ringan motor maka akan mempengaruhi power to weight ratio maka motor akan semakin melaju kencang.

    Baca juga: Persaingan Honda dan Ducati Diwakili Marquez dan Dovizioso

    Untuk desain speedo meter, Kawasaki Ninja 250 masih mengandalkan kombinasi antara digital dan analog. Bentuk speedometer Ninja 250 serupa dengan Kawasaki Versys 250. Adapun Honda CBR telah menggunakan speedometer full digital. Sebagian orang menyebut penggunaan speedometer kombinasi akan lebih mudah melihat kecepatan.

    Pada sisi desain, Kawasaki Ninja 250 memiliki desain yang merucing tak jauh beda dengan Honda CBR250RR yang futuristik. Desain bagian fairing depan garis besarnya tak jauh beda dengan Yamaha R25. Pada sisi suspensi depan, Kawasaki Ninja 250 masih tetap menggandalkan suspensi kovensional dengan memperbesar diameter menjadi 41 mm. Adapun CBR250RR sudah menggunakan suspensi upside down dengan diameter 37 mm. Pada balapan ARRC, Yamaha R25 kesulitan mengikuti CBR250RR karena masih mengadopsi suspensi tipe konvensional.

    Baca: Kawasaki Ninja 400 Gantikan Kubikasi 300 untuk Kalahkan Yamaha?

    Sisi lengan ayun, Kawasaki masih tetap mengadopsi model mengkotak seperti tipe sebelumnya. Honda CBR250RR telah menggunakan arm model pisang yang dibuat dari alumunium. Secara fungsi mungkin tak terlalu berbeda namun dari sisi estetika arm model banana lebih terlihat kokoh dan gahar.

    OVERDRIVE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.