Andrea Dovizioso Berharap Ada Keajaiban Agar Bisa Ungguli Marquez

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rivalitas Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati) di balap MotoGP musim ini berlangsung sengit. Hingga seri ke-15, Marquez masih memimpin di puncak klasmen sementara dengan 244 poin. Sedangkan Dovizioso menguntit di belakangnya dengan 233 poin.

    Rivalitas Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati) di balap MotoGP musim ini berlangsung sengit. Hingga seri ke-15, Marquez masih memimpin di puncak klasmen sementara dengan 244 poin. Sedangkan Dovizioso menguntit di belakangnya dengan 233 poin.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Ducati, Andre Dovizioso, berharap ada keajaiban dan bisa mengejar ketertinggalannya dari Pembalap Repsol Honda Marc Marquez yang kini memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia MotoGP 2017.

    "Sayangnya saya kehilangan banyak poin di Phillip Island dan itu memaksa saya harus kompromi dengan target juara," kata Dovizioso, seperti dikutip Crash.net, Rabu 25 Oktober 2017.

    Baca: Rossi Bicara Peluang Dovizioso Rebut Gelar MotoGP dari Marquez

    Dovizioso tetap berpikir positif karena balapan di sirkuit Sepang, Malaysia, yang tahun lalu bisa ditaklukkannya. Saat itu, Marquez gagal podium karena terjatuh.

    Pembalap Italia ini berada di posisi kedua dengan mengantongi 236 poin sementara Marquez di puncak dengan 269 poin. "Kami di sini, di Malaysia adalah sirkuit yang menantang, lengkap dengan cuaca panas, di mana saya menang tahun lalu, tempat yang segalanya bisa terjadi," kata Dovi.

    Baca: Jago Kualifikasi MotoGP, Marc Marquez Raih Mobil BMW M4 CS

    Pembalap bernomor empat ini yang menjadi pesaing utama Marc Marquez menjadi juara dunia 2017 ini memang harus bekerja keras bila ingin menang. Setelah Sepang, balapan tersisa di Vanlencia, Spanyol, yang akan dilakukan bulan depan.

    CRASH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.