Alasan BMW Indonesia Kirim Mekanik ke Markas di Jerman

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja sedang merakit mobil BMW Seri 7 di Fasilitas Perakitan BMW Sunter Jakarta Utara. TEMPO/RIdian Eka Saputra

    Seorang pekerja sedang merakit mobil BMW Seri 7 di Fasilitas Perakitan BMW Sunter Jakarta Utara. TEMPO/RIdian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - BMW Indonesia mengirim dua mekanik senior untuk belajar di Jerman terkait pelayanan dan perbaikan mobil listrik. Hal ini disampaikan CEO PT Astra International BMW Sales Operation Fredy Handjaja.

    "Namanya High Voltage Technician. Mereka berbeda dengan teknisi biasa, mereka khusus menangani mobil listrik. Kami kirim dua best technician ke Jerman selama enam bulan," kata Fredy, di Tangerang Selatan, Kamis 26 Oktober 2017.

    Baca: Tes BMW: Mobil Hibrida Lebih Hemat BBM 50 Persen Dibanding Bensin

    Menurut dia, teknisi khusus tersebut nantinya akan ditempatkan di diler BMW i di Serpong, yakni satu-satunya diler yang menerima pelayanan BMW tipe i.

    Fredy menambahkan, penanganan mobil tipe hybrid plug in milik BMW milik BMW ini membutuhkan penanganan tersendiri, salah satunya adalah tempat body repair, di mana ruangannya harus berada pada suhu di bawah 15 derajat Celcius.

    Baca: BMW Indonesia Inginkan Pajak Mobil Listrik Nol Persen

    "Kami juga memiliki fasilitas lain, yaitu i corner, i performance, dan peralatan yang berbeda di sini," katanya.

    Menurut Fredy, pemilihan lokasi tersebut didasari pada area yang luas serta mendekati potensi pasar BMW yang ada di Serpong dan sekitarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.