Tokyo Motor Show: Begini Susahnya Membuat SIM di Jepang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taksi buatan Toyota, JPN Taxi melintas di salah satu ruas jalan di Tokyo, Jumat 27 Oktober 2017. Tempo/Wawan Priyanto

    Taksi buatan Toyota, JPN Taxi melintas di salah satu ruas jalan di Tokyo, Jumat 27 Oktober 2017. Tempo/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Tokyo – Biaya membuat surat izin mengemudi (SIM) di Jepang cukup mahal dan masa berlakunya pun hanya tiga tahun jika melakukan kesalahan di jalan. Hal ini diketahui dari pengakuan warga lokal di sela Tokyo Motor Show.

    "Saya melakukan kesalahan ringan dalam berkendara sehingga poin saya berkurang. Masa berlakunya pun tiga tahun untuk SIM saya bergaris biru. Selanjutnya bisa diperpanjang," kata Onoda, salah satu pemandu wisata di Tokyo, Jumat, 27 Oktober 2017.

    Baca: Cerita WNI Soal Rumitnya Membeli Mobil di Jepang

    Namun, menurut dia, jika melakukan kesalahan berat, bisa saja SIM mobilnya dicabut.

    Sedangkan SIM yang bergaris emas masa berlakunya lima tahun. Hal ini sama dengan SIM Indonesia, yang masa berlakunya juga lima tahun.

    "Kami waktu membuat SIM biayanya cukup mahal hingga 200 ribu yen (Rp 24 juta). Sedangkan untuk perpanjangan hanya sekitar 3.000 yen (Rp 359 ribu)," ucap Onoda.

    Baca: Inilah Kekurangan Honda PCX Electric Dibandingkan Gesits

    Makanya, menurut Onoda, setelah memenuhi persyaratan dan lulus tes melalui pendidikan mengemudi, dirinya merasa sangat senang mendapatkan lisensi berkendara itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.