Gagal dalam Perebutan Juara MotoGP, Rossi Beberkan Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pembalap tim Yamaha, Valentino Rossi saat mengikuti sesi latihan bebas ketiga jelang MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, 28 Oktober 2017. Rossi hanya mampu keluar di posisi keempat dengan mencatatkan waktu terbaik 1 menit 59,498 detik . AP Photo

    Aksi pembalap tim Yamaha, Valentino Rossi saat mengikuti sesi latihan bebas ketiga jelang MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, 28 Oktober 2017. Rossi hanya mampu keluar di posisi keempat dengan mencatatkan waktu terbaik 1 menit 59,498 detik . AP Photo

    TEMPO.CO, Sepang - Valentino Rossi, pembalap Yamaha Movistar, mengatakan cedera pada kakinya tak akan mengubah perebutan juara dunia MotoGP. Ia gagal ikut perebutan juara dunia setelah mengalami cedera saat latihan fisik menggunakan motor enduro. Saat itu, Rossi hanya berjarak 26 poin dari pimpinan klasemen Andrea Dovizioso dan 17 poin dari Marc Marquez.

    Akibat cedera tersebut, Rossi harus absen di MotoGP Misano. Ia pun baru turun balap di seri selanjutnya Aragon, Spanyol. Dalam kondisi belum pulih, Rossi masih mampu berada di posisi ke-5. Ia pun juga harus kehilangan poin saat jatuh di Motegi.

    Baca: Kualifikasi MotoGP: Pedrosa Terdepan, Dovi Ke-3, Marquez Terjatuh

    Seusai balapan di Australia, Rossi berada pada peringkat keempat dengan selisih 81 poin dari Marquez dan 48 poin dari Dovizioso. "Bagi saya, tidak jauh lebih baik," katanya saat ditanya ihwal cedera itu penyebab dia gagal meraih juara dunia.

    Ia melanjutkan, selama musim ini, dia mengalami banyak masalah. "Seperti yang saya katakan saat di Silverstone bahwa kami tak cukup kuat untuk bersaing di kejuaraan," ujar Rossi.

    "Jadi kami bicara realitasnya saja. Meski saya tak mengalami patah tulang, saya tak bisa bertarung untuk juara dunia."

    Yamaha, dia menyebutkan, telah mencoba lima sasis berbeda dalam musim ini. Rossi hanya memenangi satu seri di Assen, Belanda. Adapun Marc Marquez dan Dovizioso telah memenangi enam seri dan lima seri.

    Baca: Selain Didukung Tim, Rossi Dapat Masukan Setelan Motor dari Ibu

    Ditanya soal masa depannya pada 2019, Rossi mengatakan dia belum memikirkan. Kontrak Rossi dan Yamaha berakhir pada 2018. "Saya akan memutuskan setelah beberapa seri tahun depan."

    CRASH.NET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.