Moto2 Malaysia: Luthi Tak Tampil, Morbidelli Juara Dunia Moto2

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Franco Morbidelli menjuarai MotoGP Belanda kelas Moto2 bersama runner up, Thomas Luthi. (www.marcvds.com)

    Franco Morbidelli menjuarai MotoGP Belanda kelas Moto2 bersama runner up, Thomas Luthi. (www.marcvds.com)

    TEMPO.CO, Sepang - Balapan Moto2 di Malaysia hari ini seharusnya menjadi pertarungan yang seru antara pimpinan klasemen Franco Morbidelli dan Thomas Luthi. Saat kualifikasi, Luthi mengalami kecelakaan yang sangat keras. Ia mengalami high side, yang menyebabkan tubuhnya terlempar dari motor. Kaca helm Luthi juga sempat terlepas. Pembalap asal Swiss ini sempat ditandu ke pinggir lintasan.

    Baca: Terjun ke MotoGP, Morbidelli Disebut Ahli Waris Valentino Rossi

    Luthi menjalani perawatan medis di medical center. Dokter menyebut Luthi mengalami retak pada pergelangan kaki. Luthi terpaksa absen dari balapan Moto2 Malaysia sehingga Morbidelli akan langsung menjadi juara dunia dengan selisih 29 poin. Meski Morbidelli saat balapan tak finis, poinnya sudah tak terkejar oleh Luthi karena tersisa satu seri Valencia dengan 25 poin.

    Meninggalkan Aragon, Luthi hanya berselisih 16 poin dari Morbidelli. Setelah Motegi, Phillip Island, dan Sepang, Luthi tertinggal jauh dari Morbidelli meski masih ada harapan.

    Baca: Kualifikasi Moto2: Morbidelli Terdepan, Luthi Jatuh, Dimas Ekky..

    Morbidelli menjadi orang Italia ke-14 yang merengkuh juara dunia di kelas Moto2 atau GP250. Pembalap Italia yang berhasil merengkuh juara dunia kelas GP250 terakhir adalah almarhum Marco Simoncelli pada 2008.

    Ke depan, Franco Morbidelli akan menjadi rekan satu tim Thomas Luthi. Keduanya akan naik kelas ke MotoGP bersama tim Honda MotoGP Marc VDS pada 2018.

    CRASH.NET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.