Indonesia Pakai E-Toll, Jepang Gunakan ETC, Ini Bedanya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mesin pembaca kartu ETC 2.0 yang dipamerkan dalam Tokyo Motor Show 2015. Sumber: furuno.com

    Mesin pembaca kartu ETC 2.0 yang dipamerkan dalam Tokyo Motor Show 2015. Sumber: furuno.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tol di Indonesia semakin padat sehingga pemerintah menerapkan penggunaan e-toll. Kartu ini digunakan untuk memangkas sistem pembayaran di toll dan mengurangi jumlah antrean. Selama ini, pembayaran tol secara manual dianggap biang kemacetan di gardu masuk. "Kita harus menyosialisasikan secara intensif kepada masyarakat agar segera memiliki kartu elektronik," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 6 September lalu.

    Baca: Cerita WNI Soal Rumitnya Membeli Mobil di Jepang

    Penggunaan e-toll sangat mudah, pengguna tinggal menempelkan kartu pada alat di depan pintu tol. Sistemnya serupa dengan yang diterakan di stasuin. Maka pintu akan terbuka setelah sistem mengenali kartu dan memotong saldonya. Kartu yang digunakan adalah e-toll atau e-money. Pengguna bisa mendapatkan kartu tersebut di minimarket.Sedangkan pengisian uang bisa langsung dilakukan di minimarket maupun anjungan tunai mandiri.

    Beda di Indonesia beda juga di Jepang. Di negara Matahari Terbit, teknologi ini telah ditinggalkan sejak 2006 atau 11 tahun lalu. Mereka menerapkan sistem baru yaitu sistem pembayaran tol elektronik otomatis atau electronic toll collection (ETC). ETC ini menggunakan dua alat, yaitu card reader dan kartu ETC. Dengan alat ini yang ditaruh di mobil, pengemudi tinggal masuk gerbang tol dan pintu akan terbuka sendiri.

    Kartu ETC berfungsi seperti kartu kredit atau debit yang dikeluarkan oleh bank. Sehingga pemilik wajib memiliki rekening di bank tersebut. Bagi pendatang yang ingin mendapatkan kartu tersebut harus memberikan deposit 40.000 yen atau sekitar Rp 4,7 juta. Sedangkan untuk memiliki card readernya Rp 1,1 juta yang bisa didapatkan di dealer mobil, toko suku cadang otomotif, bengkel, dan online.

    Baca: Mahalnya Tarif Taksi di Jepang: Jarak 40 KM Argo Tembus Jutaan

    Pada mesin pembaca kartu ETC 2.0 ETC akan memancarkan sinyal frekuensi 5.8GHz saat melewati pintu tol. Sinyal itu akan diterima oleh alat yang dipasang dalam gerbang tol. Nantinya sistem akan memberikan tagihan dalam kartu ETC itu dan jika sukses maka pintu tol akan terbuka. Pada mesin pembaca kartu ETC terbaru juga disematkan teknologi Global Position System (GPS).

    FURUNO.COM | JAPANINFOSWAP.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.