Kisah Jatuh Bangunnya Hamilton Juara Dunia F1 Empat Kali

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lewis Hamilton merayakan keberhasilannya setelaj menjadi jura dunia F1 untuk keempat kalinya di Autodromo Hermanos Rodriguez, Meksiko, 30 Oktober 2017. Mark Thompson/Getty Images

    Lewis Hamilton merayakan keberhasilannya setelaj menjadi jura dunia F1 untuk keempat kalinya di Autodromo Hermanos Rodriguez, Meksiko, 30 Oktober 2017. Mark Thompson/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernah disepelekan pada Formula Satu, Lewis Hamilton yang baru saja menjuarai Grand Prix Formula Satu (F1) yang merupakan keempat kalinya, sebenarnya sudah menyandang status juara dunia lima kali saat ini, seandainya tahun lalu tidak mengalami masalah mesin di Malaysia.

    Dia merebut gelar juara dunianya yang pertama bersama McLaren dengan hanya selisih satu poin di GP Brasil pada 2008, tetapi dia juga gagal juara dalam debutnya pada 2007 karena saat ini justru dia kalah dalam selisih satu poin.

    Tahun ini dia mengawali musim dengan agak di belakang di Australia sampai kemudian menyalip juara dunia empat kali dari Ferrari, Sebastian Vettel, pada September.

    Baca: F1 Meksiko: Hamilton Finis Ke-9, Kukuhkan Juara Dunia F1 2017

    Masalah mesin yang menimpa Ferrari ditambah dua kali Vettel tidak melanjutkan lomba, telah memberi kesempatan Hamilton untuk terus di depan dengan memenangkan lima dari enam balapan terakhir sejak Agustus silam sampai kemudian unggul bersih 66 poin setelah GP Meksiko.

    Ada pasang surut dalam hidupnya manakala dia berjuang mencapai keseimbangan hidup yang dia inginkan di mana banyak orang mempertanyakan gaya hidupnya yang bagai jetset bakal merugikan performa balapnya.

    Tapi itu terjadi tahun lalu ketika media massa ramai-ramai mengangkat dia sebagai sosok yang lagi jatuh dan berada dalam tekanan hebat.

    Tahun ini sudah berbeda. Dan teranyata ini lebih berkaitan dengan hengkangnya rekan satu tim dia, Nico Rosberg, setelah menjuarai musim 2016 lewat pertarungan yang seru.

    Atmosfer di Mercedes seketika berubah sejak Valtteri Bottas bergabung. Pebalap Finlandia ini memuji Hamilton telah membawa "energi positif" kepada tim.

    Faktor besar lainnya yang membuat Hamilton lebih mulus tahun ini adalah berakhirnya perseteruan dengan team principal Toto Wolff Desember tahun lalu setelah hengkangnya Rosberg dari Mercedes yang mengejutkan itu.

    "Kami melewatkan waktu panjang bersama di dapur saya, mengeluarkan segala unek-unek, mengungkapkan segala frustasi dan pertanyaan yang bertumpuk selama bertahun-tahun, semua unek-unek itu telah dibuang jauh-jauh," kata Wolff seperti dikutip Reuters. "Kami pergi dan dia kembali dengan pola pikir yang hebat dan dia telah tumbuh lebih kuat sepanjang tahun."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara