Hyundai Lirik Indonesia Menjadi Menjadi Produksi Suku Cadang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Hyundai. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Logo Hyundai. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Jakarta - Hyundai Motor Corporation, Perusahaan kendaraan asal Negeri Ginseng tersebut, membidik negara ASEAN untuk dijadikan basis produksi, termasuk Indonesia.

    Indonesia menjadi negara yang dipertimbangkan untuk menjadi salah satu negara tujuan investasi dalam membangun fasilitas perakitan station wagon dan sedan dalam bentuk completely knock down (CKD) dan incompletely knock down (IKD) yang berasal dari India.

    Baca: Promo Akhir Tahun, Hyundai Beri Kredit Bunga 0 Persen 5 Mobil Ini

    “Selain itu, mereka ingin pendalaman industri komponen dan spare parts di Indonesia,” kata Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, lewat keterangan tertulisnya, pekan lalu.

    Dia menyampaikan hal itu usai Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menerima Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Taiyong Cho, di Kementerian Perindustrian, Jakarta. Selain itu, guna meningkatkan daya saing produknya di Indonesia, HMC mengusulkan penurunan tarif bea masuk atas impor CKD dari India.

    Baca: Ini Spesifikasi Hyundai Tucson Diesel, Apa Saja Kelebihannya

    Menanggapi usulan tersebut, Suryawirawan menyampaikan, saat ini tarif yang berlaku atas impor kendaraan bermotor dalam keadaan CKD dalam ASEAN-India FTA (AIFTA) adalah sebesar 5 persen dan dapat diturunkan menjadi 0 persen secara unilateral.

    “Hal tersebut tergantung pada komitmen dari investasi dan pendalaman struktur industri yang akan dilakukan HMC di Indonesia,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?