Menteri Jonan: Motor Listrik Lebih Murah dari Mesin Bensin

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mencoba mengendarai motor listrik Viar. Sumber: bisnis.com

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mencoba mengendarai motor listrik Viar. Sumber: bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan sepeda motor listrik lebih hemat biaya dibandingkan sepeda motor berbahan bakar minyak bumi. Ia menjelaskan konsumsi listrik sepeda motor sekitar 1,6 Kwh atau Rp 2.300 per 60 kilometer dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam. Jika dibandingkan dengan sepeda motor berbahan bakar Premuim RON 88 maka bisa hemat Rp 7.000 per 60 kilometer.

    "Jika sehari penggunaan 60 kilometer maka sebulan bisa hemat Rp 200 ribu," ujar Jonan dalam keterangan tertulis, Selasa 31 Oktober 2017.

    Baca: Cerita Menteri Jonan Akhirnya Membeli Motor Listrik Buatan Lokal

    Tak hanya itu, Jonan mengungkapkan kelebihan motor listrik adalah lebih mudah dalam perawatan. Motor listrik yang perlu mengganti baterai setiap 4-5 tahun sekali dengan harga sekitar Rp. 5 juta. Artinya, motor listrik hanya mengeluarkan uang Rp 1 juta untuk perawatan mesin.

    "Motor listrik tidak ada biaya perawatan mesin, tidak ganti oli, tidak perlu ganti busi. Jadi anggap saja biaya ganti baterai itu sama dengan biaya perawatan mesin dan ganti oli," ujarnya.

    Soal harga pun, motor listrik masih bisa bersaing dengan sepeda motor atau scooter matic berbahan bakar bensin. Jonan mencontohkan harga Viar Q1 Rp 16,7 juta per tahun sudah termasuk BPKB, STNK dan satu helm gratis. Motor Viar ini diproduksi di Semarang dengan teknologi baterai dan penggerak motor dari Bosch GMBH. "Soal charger baterai, mudah sekali, cuma perlu colokan dengan kapasitas 4A di 100-240V selama 3-4 jam. Selamat datang era baru motor listrik di Indonesia," katanya.

    Jonan mutuskan membeli sepeda motor listrik bermerek Viar Q1 pekan lalu. Jonan sudah beberapa kali mencoba sepeda motor listrik purnarupa Gesits buatan Garasindo dan Institut Teknologi Sepuluh November dan motor listrik Viar Q1 milik stafnya.

    Baca: Jajal Motor Listrik Gesits, Ini Reaksi Menteri Jonan

    Cerita pembelian motor listrik tersebut cukup unik yang diawali dari Jonan bertemu seorang stafnya saat menjadi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia pada Sabtu 28 Oktober 2017. Staf tersebut datang menemui Jonan dengan menggunakan motor listrik Viar. Saat itu, Jonan langsung tertarik mencobanya, namun sayang karena hujan, maka tidak dapat mencoba motor mantan stafnya tersebut.

    Masih penasaran, Jonan pun menghubungi staf tersebut untuk bertemu kembali pada Sabtu malam, dan akhirnya dapat mencoba motor listrik itu. Tidak menunggu lama, Jonan memutuskan untuk membeli satu motor Viar Q1 untuk diberikan kepada putrinya, Monica Jonan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.