Suzuki Intruder 150 Akan Dirilis di India, Tampangnya Gahar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Intruder 150 yang akan dirilis di India. Sumber: visordown.com

    Suzuki Intruder 150 yang akan dirilis di India. Sumber: visordown.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Suzuki India agresif mengeluarkan produk baru, salah satunya Suzuki Intruder 150 yang akan dirilis pekan depan. Suzuki Intruder 150 mengingatkan pada Kawasaki Eliminator 175 dan Honda Phantom 200 yang dijual pada 2000 awal. Pekan ini, Suzuki telah membuka inden pembelian Suzuki Intruder 150 yang kemungkinan dihargai 1 lakh rupee atau sekitar hampir Rp 21 juta.

    Baca: Dekati Konsumen, Suzuki Pameran di 39 Kota

    Suzuki Intruder 150 terinspirasi dari Suzuki Intruder 1.800 cc yang memiliki torsi besar. Intruder 1.800 sangat digemari khalayak di sana dan laris manis di India. Nantinya, Intruder 150 akan disematkan lampu depan proyektor LED, tangki yang bermodel air drop dan lampu belakang LED. Nantinya, motor ini akan menggunakan dua knalpot layaknya Suzuki Gixxer.

    Suzuki Intruder 150

    Motor ini akan menggunakan mesin yang sama digunakan Suzuki Gixxer 150. Gixxer adalah motor dengan model street fighter yang melawan Yamaha FZ150 atau di Indonesia dikenal dengan Bison 150. Mesin berkapasitas 154,9 cc satu silinder ini hanya menggunakan pendingin udara. Dari mesin itu bisa menghasilkan tenaga 14,8 PS dan torsi 14 Nm. Ada kemungkinan mesin itu akan diseting ulang untuk menaikan performanya. Di India, Suzuki Intruder akan melawan Bajaj Avenger 150.

    Baca: Honda CRF 150 Akan Dirilis, Ini Legenda Motor Trail di Indonesia

    Berdasarkan brosur yang telah beredar, Suzuki Intruder 150 juga akan dibekali Antilock Brake System (ABS) sebagai penunjang keamanan pengendara. Namun ABS yang ditanamkan tersebut hanya satu chanel yang kemungkinan untuk menekan harga jual. Suzuki Intruder dengan fitur ABS hanya ada pada versi tertinggi.

    VISORDOWN.COM | OVERDRIVE.IN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.