Ini Alasan Pemkot Surabaya Belum Terapkan Sanksi E-Tilang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas Surabaya Intelegent Transportation System menunjuk layar yang memuat adanya pelanggar lalu lintas di jalanan Surabaya, beberapa waktu lalu. TEMPO/ARTIKA RACHMI FARMITA

    Seorang petugas Surabaya Intelegent Transportation System menunjuk layar yang memuat adanya pelanggar lalu lintas di jalanan Surabaya, beberapa waktu lalu. TEMPO/ARTIKA RACHMI FARMITA

    TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya belum memberlakukan sanksi pelanggar lalu lintas lewat e-tilang yang terpantau dari CCTV karena belum ada aturan yang menaunginya. "Sampai saat ini belum," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Robben Rico, saat dihubungi Tempo, Selasa, 31 Oktober 2017.‎

    Baca: Surabaya Akan Efektifkan E-Tilang, Simak Teknologinya

    Menurut Robben, pemberlakuan sanksi kamera tilang menunggu Peraturan Kepolisian RI. "Sampai nunggu Peraturan Kapolri jadi," katanya. Dia mengatakan pihaknya bersama Polrestabes Surabaya dan tim ahli saat ini tengah menggodok draft aturan teknis untuk tilang dengan CCTV tersebut.

    Dishub Kota Surabaya telah memasang tiga kamera tilang CCTV di tiga ruas jalan di Surabaya, yakni di Jalan Kertajaya, jalan depan Kebun Binatang Surabaya (KBS), serta jalan di depan Masjid Al-Falah. Rencananya, Dishub akan mememasang satu kemera tilang lagi di Jalan Ahmad Yani.

    Baca: Surabaya Terapkan E-Tilang, Begini Kesibukan Ruang Kontrolnya

    Sejak Oktober 2017, Dishub dan Polrestabes Surabaya sudah mengaktifkan kamera CCTV untuk menjalankan e-tilang. Bagi pengguna jalan yang melanggar lalu lintas, Polrestabes Surabaya mengirim surat pemberitahuan pelanggaran dan mengirimkannya ke alamat rumah sesuai alamat nomor kendaraan tersebut.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Menetapkan Jokowi Widodo - Ma'ruf Amin Pemenang Pilpres 2019

    Pada 21 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Inilah komposisi perolehan suara.