Merugi, Saham Produsen Mobil Listrik Tesla Turun 5 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla Chief Executive Elon Musk memperkenalkan mobil terbarunya, Tesla Model 3 dalam peluncurannya di California, AS, 28 Juli 2017. Menurut Musk, ada 10.000 komponen unik dalam mobil itu dan mobil ini memiliki delapan kamera dan 12 sensor ultrasonik. REUTERS

    Tesla Chief Executive Elon Musk memperkenalkan mobil terbarunya, Tesla Model 3 dalam peluncurannya di California, AS, 28 Juli 2017. Menurut Musk, ada 10.000 komponen unik dalam mobil itu dan mobil ini memiliki delapan kamera dan 12 sensor ultrasonik. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Tesla Inc melaporkan kerugian kuartal terbesar. Hal ini berdampak pada penurunan saham hampir 5 persen, karena kerugiannya lebih besar dari perkiraan analis. Selain itu produsen mobil listrik ini juga mengatakan masih sulit memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki semua kemacetan produksi Model 3.

    Sepanjang kuartal III/2017, Tesla membukukan rugi bersih sebesar US$619,4 juta atau US$3,70 per saham. Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan ini membukukan keuntungan US$21,9 juta atau 14 sen per saham.

    Baca: Mobil Listrik Impian Elon Musk, Tesla Model 3 Diluncurkan

    Tesla, yang dipimpin oleh pengusaha Silicon Valley, Elon Musk, saat ini menghadapi ujian penting dalam strategi pertumbuhannya karena hendak meningkatkan produksi Model 3. Sedan baru ini akan dijual mulai US$35.000, sekitar setengah dari harga mobil listrik andalannya, Model S.

    Meskipun Tesla telah membuat terobosan di antara pembeli mobil mewah dengan teknologi canggih dan desain inovatif di sedan Model S dan SUV Model X, Model 3 akan menjadi nafas jangka panjang bagi perusahaan.

    Simak: Tesla Model 3 Diluncurkan, Ini Spesifikasinya

    Perusahaan mengatakan sekarang mengharapkan untuk membangun 5.000 Model 3 per minggu pada akhir kuartal pertama 2018 dari target semula Desember 2017. Tesla mengatakan kendala utamanya adalah jalur perakitan modul baterai di Gigafactory Nevada.

    Penundaan produksi model 3 berarti penjualan yang ditunda dapat memperburuk kondisi keuangan perusahaan. Kerugian Tesla diperkirakan akan mencapai US$1 miliar pada kuartal terakhir tahun ini. Kondisi yang lebih mengkhawatirkan adalah lebih dari 500.000 pelanggan berpotensi menarik kembali uang muka untuk Model 3.

    Sejauh ini saham Tesla telah turun hampir 17 persen dari level tertinggi sepanjang 12 bulan terakhir di posisi US$385 pada bulan September. Namun bila dibandingkan dengan Januari, masih naik 50 persen karena didorong oleh kepercayaan pada prospek jangka panjang perusahaan.

    Adapun pada kuartal IV/2017 Tesla berencana mengeluarkan modal sekitar US1 miliar dan mengatakan hal ini dilakukan dengan perencanaanya yang matang untuk memastikan jadwal produksi Model 3 yang sudah tertunda. Tesla melaporkan kas naik menjadi US3,53 miliar pada 30 September dari US$3,04 miliar pada akhir triwulan kedua.

    Akan tetapi pada Agustus, Tesla mengumpulkan US1,8 miliar dengan menjual hutang. Perusahaan juga menghabiskan US$325 juta untuk melunasi pembayaran hutang pada periode tersebut.

    Kebutuhan lanjutan Tesla akan uang tunai diperparah oleh desakan Musk dalam integrasi vertikal, seperti membuat baterai sendiri dan menjual mobil secara langsung ke pelanggan. Menurut para ahli industri, hal itu adalah salah satu alasan mengapa Tesla belum mendekati tujuan agresifnya membuat 500.000 unit kendaraan setiap tahun pada 2018.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.