Penjualan Isuzu Naik 18,9 Persen, 2 Tipe Mobil Ini Pendongkraknya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Isuzu yang dipamerkan dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show di Ice, BSD City, Tangerang, 10 Oktober 2017.  Tempo/Amston

    Mobil Isuzu yang dipamerkan dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show di Ice, BSD City, Tangerang, 10 Oktober 2017. Tempo/Amston

    TEMPO.CO, Jakarta - Isuzu Indonesia mengumumkan kenaikan penjualan pada kuartal ketiga tahun 2017 dengan telah menjual 13.992 unit kendaraan hingga September 2017, atau naik 18,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

    Kenaikan itu terjadi berkat penjualan medium truck Isuzu hingga September 2017 sebanyak 2.260 unit atau naik sekitar 80,4 persen dibandingkan periode yang sama.

    Baca: Meski Klasik, Diam-diam Panther Jadi Andalan PT Isuzu

    Light truck Isuzu (N-Series) hingga September 2017 menyumbang penjualan 8.201 unit atau naik sekitar 20,2 persen. Sedangkan untuk penjualan pickup medium Isuzu hingga September 2017 sebanyak 972 unit, atau turun sekitar 12.4 persen.

    Isuzu D-MAX hingga September 2017 terjual 970 unit. Panther menyumbang penjualan 950 unit atau turun sekitar 4,4 persen. Sedangkan Isuzu mu-X hingga September 2017 laku 475 unit, atau turun sekitar 1,7 persen.

    Adapun industri otomotif secara umum hingga September 2017 untuk segmen retail menurun tipis sekitar 1,1 persen. Sedangkan penjualan mobil secara keseluruhan untuk semua merek sebanyak 770.167 unit hingga September tahun ini.

    Baca: New Isuzu mu-X 2017 Diklaim Punya Wajah Elang

    "Isuzu Indonesa berharap pemerintah berusaha untuk terus membuka pertumbuhan perekonomian di segala aspek guna mendorong pergerakan perekonomian ke arah yang makin baik," demikian pernyataan tertulis Isuzu Indonesia pada Rabu 1 November 2017.

    Isuzu Indonesia menyatakan siap untuk menjalani regulasi pemerintah mengenai peraturan emisi gas buang serta pembatasan beban angkut kendaraan komersial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.