Menteri Airlangga Jamin Mahesa Nusantara Bisa Diproduksi 2018

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyaksikan Mahesa Nusantara tipe double cabin di bengkel Kiat Motor Klaten pada Jumat, 3 November 2017. DINDA LEO LISTY / KLATEN

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyaksikan Mahesa Nusantara tipe double cabin di bengkel Kiat Motor Klaten pada Jumat, 3 November 2017. DINDA LEO LISTY / KLATEN

    TEMPO.CO, Klaten - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta Sukiyat dan Institut Otomotif Indonesia (IOI) segera membentuk konsorsium yang mewadahi kegiatan produksi Mahesa Nusantara. Mahesa adalah singkatan dari Moda Angkutan Hemat Pedesaan, kendaraan pedesaan yang diinisiasi oleh Sukiyat bersama Institut Otomotif Indonesia (IOI) sejak 3,5 tahun lalu.

    “Kami mendukung dan mengapresiasi purwarupa yang sudah dibuat. Setelah ini izin dimatangkan lalu dibentuk wadah pengelolanya secara matang,” kata Airlangga saat mengunjungi bengkel Kiat Motor milik Sukiyat di Jalan Solo - Jogja, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, pada Jumat sore, 3 November 2017.

    Baca: Ini Alasan Sukiyat Tak Libatkan SMK Mendesain Mahesa Nusantara

    Airlangga juga sempat menjajal tiga purwarupa Mahesa yang diparkir di ruang tengah bengkel Kiat Motor. Tiga purwarupa itu adalah tipe double cabin, pick up, dan kendaraan peralatan pertanian. Ketiga tipe tersebut rencananya akan diproduksi massal pada Agustus 2018 dengan harga Rp 50 juta - Rp 70 juta per unit.

    Setelah duduk di ruang kemudi dan menyalakan mesin, Airlangga juga meminta peragaan sistem power take off (PTO) Mahesa untuk mengoperasikan mesin-mesin pertanian seperti penggiling padi dan pompa air. “Purwarupa ini membuktikan bahwa anak bangsa bisa membuat desain dan engineering di otomotif. Sekarang anak bangsa ini tinggal menghitung secara komersial (diproduksi massal),” kata Airlangga.

    Menurut Airlangga, Mahesa sangat cocok untuk digunakan warga pedesaan karena didesain multifungsi. Selain dapat mengangkut penumpang, kendaraan beroda empat dengan mesin diesel berkapasitas 650 cc itu juga dapat mengangkut barang sekaligus mengoperasikan mesin-mesin pertanian.

    Airlangga juga memuji bodi Mahesa yang menggunakan FRP (Fiberglass Reinforce Plastics) Injection. FRP Injection dinilai tepat diterapkan untuk Mahesa karena bobotnya lebih ringan. “FRP Injection ini lebih efisien daripada injection blanking (logam). Teknologi yang dipilih ini sudah tepat,” kata Airlangga.

    Baca: Begini Kesiapan Pabrik Traktor Memasok Rangka Mahesa Nusantara

    Airlangga menambahkan, perizinan Mahesa saat ini sedang diproses dan tidak ada masalah. Dia juga menjamin bahwa Mahesa Nusantara dapat segera diproduksi pada 2018. Mendengar pernyataan Airlangga, Sukiyat tak dapat menyembunyikan ekspresi kegembiraannya. “Tadi saya bilang ke Pak Menteri (Airlangga), kalau Mahesa nggak bisa diproduksi massal, lebih baik dibubarkan sejak sekarang,” kata Sukiyat yang juga dikenal sebagai inisiator mobil Esemka.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.