Penjualan Global Bergairah, Toyota Revisi Target Penjualan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Toyota. REUTERS/Mike Blake

    Logo Toyota. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Tokyo - Toyota Motor Corporation merevisi perkiraan penjualan kendaraan dari 8,9 juta unit menjadi 8,95 juta unit untuk tahun fiskal yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2018. Perkiraan penjualan itu didasarkan pada tren penjualan kendaraan terkini di seluruh dunia.

    Revisi target penjualan itu diumumkan bertepatan dengan laporan kinerja perusahaan periode April-September 2017 yang disampaikan pada Selasa, 7 November 2017. Penjualan kendaraan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 September mencapai 4.389.435 unit, meningkat 25.898 unit dibanding periode yang sama tahun lalu.

    Di Jepang, penjualan mobil Toyota mencapai 1.087.354 unit, meningkat 8.544 unit. Laba usaha di negara ini juga meningkat 156 miliar yen menjadi 641,7 miliar yen.

    Baca: 14 Tahun, Penjualan Toyota Avanza Tembus 1,6 Juta Unit

    Di Eropa, penjualan kendaraan mencapai 469.503 unit, meningkat 35.122 unit, sementara pendapatan operasional meningkat 4,4 miliar yen menjadi 39 miliar yen. Di wilayah lain (termasuk Amerika Tengah dan Selatan, Oceania, Afrika dan Timur Tengah), penjualan kendaraan mencapai 692.481 unit, meningkat 7.225 unit. Pendapatan operasional di kawasan ini meningkat sebesar 16,6 miliar yen menjadi 71,8 miliar yen.

    Namun demikian, Toyota juga mencatat penurunan penjualan di Amerika Utara dan Asia. Di Amerika Utara, penjualan mobil Toyota mencapai 1.396.158 unit, turun 4.211 unit. Laba usaha, turun 155,6 miliar yen menjadi 141,1 miliar yen. Sedangkan di Asia, penjualan kendaraan Toyota mencapai 743.939 unit, turun 20.811 unit. Pendapatan operasional dikawasan juga mengalami penurunan sebesar 6,7 miliar yen menjadi 212,9 miliar yen.

    Simak: Semester I, Penjualan Kendaraan Toyota Meningkat 119 Persen

    TMC juga memperbarui prakiraan keuangan konsolidasi untuk tahun fiskal. Berdasarkan asumsi nilai tukar 111 yen terhadap dolar AS dan 128 yen terhadap euro, TMC sekarang memperkirakan pendapatan bersih konsolidasi sebesar 28,5 triliun yen, laba usaha sebesar 2 triliun yen, laba sebelum pajak penghasilan 2,25 triliun yen, dan laba bersih dari 1,95 triliun yen.

    Saat ini, Dewan Direksi TMC memutuskan untuk membayar 100 yen per saham sebagai dividen interim untuk saham biasa, dan juga memutuskan untuk membeli kembali (buyback) hingga 250 miliar yen atau 45 juta saham dari saham biasa perusahaan tersebut.

    Secara konsolidasi, pendapatan bersih untuk periode tersebut mencapai 14,1912 triliun yen, meningkat 8,6 persen. Sementara itu, laba usaha tercatat turun dari 1,1168 triliun yen menjadi 1,0965 triliun yen. Sedangkan pendapatan sebelum pajak penghasilan adalah 1,2521 triliun yen. Laba bersih meningkat dari 946,1 miliar yen menjadi 1,0713 triliun yen.

    Toyota juga mencatat penurunan pendapatan operasional sebesar 20,3 miliar yen. Faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan tersebut adalah peningkatan biaya dalam aktivitas pemasaran sebesar 160 miliar yen dan kenaikan biaya sebesar 50 miliar yen.

    "Meskipun ada dampak positif dari penyusutan yen dan upaya pengurangan biaya, pendapatan operasional menurun sebesar 20,3 miliar yen terutama karena dampak aktivitas pemasaran dan kenaikan biaya," kata Wakil Presiden Eksekutif Toyota Motor Corporation Osamu Nagata dalam keterangan resminya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.