Penjualan Mobil Plug-In Hybrid di Jerman Meningkat

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat sebuah mobil Toyota Prius Prime yang dipamerkan dalam Advanced Clean Transportation Expo, di Long Beach Convention Center di Long Beach, California, AS, 3 Mei 2017. REUTERS

    Pengunjung melihat sebuah mobil Toyota Prius Prime yang dipamerkan dalam Advanced Clean Transportation Expo, di Long Beach Convention Center di Long Beach, California, AS, 3 Mei 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan mobil plug-in hybrid di Jerman sepanjang Januari--September 2017 melejit hingga mendekati angka 40.000 unit, sekaligus menggeser posisi Inggris dan Prancis yang pada periode tahun lalu ada di posisi kedua dan ketiga.

    Berdasarkan laporan EV-Volumes, seperti dikutip cleantechnica.com, penjualan mobil penumpang dan truk ringan plug-in hiybrid di Jerman tercatat sebanyak 39.100 unit, melejit 106 pesen dari capaian pada periode Januari—September 2016 yang hanya 18.300 unit.

    Dengan capaian itu pula, Jerman masuk ke posisi empat negara dengan angka penjualan mobil plug-in hybrid terbanyak, setelah Cina, Amerika Serikat, dan Norwegia.

    Baca: Toyota: Perawatan Mobil Hybrid Lebih Murah

    Plug-in hybrid electric vehicle adalah kelompok kendaraan yang dikembangkan dari tipe hybrid electric vehicle (HEV), yakni yaitu kendaraan yang menggunakan dua sistem penggerak: motor listrik dan motor bakar.

    Dalam kendaraan listrik hibrida, motor bakar masih merupakan penggerak utama kendaraan dan motor listrik akan digunakan pada kondisi medan dengan tingkat konsumsi bahan bakarnya besar seperti pada saat start, kecepatan rendah saat lalu lintas ramai, start/stop di lampulalulintas, dan medan berat seperti tanjakan. Tujuan utama dari kendaraan hibrida adalah untuk meningkatkan efisiensi pemakaianbahanbakar.

    Simak: Toyota Usulkan Produksi Mobil Hybrid di Indonesia

    Pada awalnya sistem pengisian baterai dalam KLH hanya bisa dilakukan melalui sistem internal darikendaraan tetapi hal ini memilikibeberapa keterbatasan dan dianggap tidak praktis karena jarak tempuh pendek. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan kendaraan yang menggunakan sistem plug-in HEV (plug-in hybrid electric vehicle, PHEV).

    Plug-in hybrid vehicle ini adalah kendaraan listrik hibrida yang pengisian baterainya dapat dilakukan dengan mencolokanya pada sumber energilistrikluar, sepertijala-jala. Dengan sistemcolok ini baterai kendaraan bisa diisi baik melalui sistem pengisian internal maupun eksternal.

    Adapun kelompok kendaraan listrik lainnya adalah kendaraan yang hanya digerakan oleh motor listrik atau kendaraan listrik baterai (battery electric vehicle/ BEV). Kendaraan listrik ini menggunakan baterai sebagai penyimpan energi listrik yang nantinya dikonversi menjadi energi mekanik oleh motor listrik.

    Energi listrik dalam baterai ini diperoleh melalui proses pengisian dari sumber energi listrik eksternal seperti jala-jala listrik.

    Mobil listrik lainnya adalah kendaraan sel bahan bakar (FCEV) atau kendaraan listrik sel bahan bakar (FCEV) yang mana menggunakan sel bahan bakar, bukan baterai, atau dikombinasikan dengan baterai atau supercapasitor, untuk menyalakan motor listrik pada kendaraan. Sel bahan bakar menghasilkan listrik untuk menyalakan motor, umumnya menggunakan oksigen dari udara dan hidrogen terkompresi.

    Intinya, kendaraan listrik baik PHEV, BEV maupun FCEV adalah semua jenis  kendaraan yang digerakan  dengan motor listrik, baik seluruhnya maupun sebagian, misalnya dalam sistem dengan kombinasi motor bakar (hybrid).

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.