Ini yang Dirasakan Marc Marquez Menjelang Duel di MotoGP Valencia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 22.1_olah_marquez

    22.1_olah_marquez

    TEMPO.CO, Valencia - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengatakan normal bagi dirinya merasakan tekanan menjelang seri terakhir MotoGP di Valencia pada akhir pekan ini. Apalagi seri terakhir ini menjadi duel penentuan dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP keempat kali dalam karier Marquez.

    Saat ini, Marquez berada di atas angin. Pembalap Spanyol itu unggul 21 poin dari rival terberatnya, Andrea Dovizioso (Ducati).

    Juara dunia tiga kali kelas utama MotoGP itu akan menambah koleksinya menjadi empat kali jika Dovizioso gagal meraih kemenangan. Kalaupun Dovizioso menang dan Marquez finis minimal di urutan ke-11, itu sudah cukup bagi Marquez untuk mengunci gelar juara dunia.

    Baca: MotoGP Malaysia: Andrea Dovizioso Menang, Marc Marquez Kesulitan

    "Tentu saja akan terasa natural dengan sejumlah tekanan di Valencia," kata Marquez. "Faktanya, kami memiliki sejumlah pengalaman dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini."

    Mengenai sirkuit, Marquez mengaku Valencia merupakan salah satu sirkuit favoritnya. "Saya menyukai Valencia. Ini sirkuit dengan balapan berlawanan dengan arah jarum jam (anticlockwise), cocok dengan gaya membalap saya," ujarnya.

    Simak: Cerita Marc Marquez Gagal Berjudi di MotoGP Jepang

    Sejak balap motor kejuaraan dunia diperkenalkan pada 1949, balapan di Valencia akan menjadi perebutan gelar juara dunia ke-18 hingga seri terakhir. Termasuk ketika Kevin Schwantz meraih gelar juara dunia pada 1993, unggul 18 poin dari Wayne Rainey yang mengalami cedera. Di era MotoGP, duel hingga seri terakhir di Valencia terjadi pada 2006 antara Nicky Hayden dan Valentino Rossi, 2013 (Marquez dan Jorge Lorenzo), dan 2015 (Lorenzo dan Rossi).

    Khusus untuk Marquez, akan menjadi ketiga kalinya bertarung hingga seri terakhir untuk menentukan gelar juara dunia. Hal itu pertama kali terjadi pada 2010 melawan Nico Terol. Meski ketika itu Marquez finis keempat, itu sudah cukup baginya untuk meraih gelar juara dunia kelas 125 cc. Pada 2013, di kelas MotoGP, giliran Marquez duel dengan Lorenzo. Finis ketiga cukup bagi Marquez untuk merengkuh gelar juara dunia.

    Setelah mengamankan gelar juara dunia kontruktor di Malaysia, Repsol Honda juga berkesempatan memenangi gelar Team World Championship di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.

    CRASH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?