Alasan Larangan Sepeda Motor di Jalan M.H. Thamrin

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelarangan Sepeda Motor

    Pelarangan Sepeda Motor

    TEMPO.CO, Jakarta - Larangan sepeda motor melintas di Jalan M.H. Thamrin, Medan Merdeka Barat, dan rencananya Sudirman mengacu pada Pasal 133 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    Di situ disebutkan, pembatasan lalu lintas kendaraan pada kawasan tertentu bisa dilakukan jika volume kendaraan tak sebanding dengan kapasitas jalan, telah tersedianya jaringan angkutan umum, dan kualitas udara yang memburuk.

    Baca: AISI: Pembatasan Sepeda Motor Tak Berimbas ke Penjualan

    Adapun pembatasan atau larangan sepeda motor ditetapkan dengan tambahan pertimbangan berikut ini:

    1. Jumlah kendaraan di Jakarta dan sekitarnya bertambah rata-rata 1 juta unit setiap tahun. Sebanyak 600 ribu di antaranya berupa sepeda motor. Pertumbuhan volume sepeda motor:

     2010: 8.764.130
     2011: 9.861.451
     2012: 10.825.973
     2013: 11.949.280
     2014: 13.084.372
     2015: 13.989.590
     2016: 12.971.955
     2017: 13.649.990

    2. Sepanjang tahun lalu, sebanyak 499 pengendara sepeda motor menjadi korban tewas kecelakaan lalu lintas. Angka itu naik dari 2015, yang jumlahnya 450 orang. Pengendara sepeda motor juga dituding kerap melanggar aturan lalu lintas, termasuk menyerobot jalur pejalan kaki.

    3. Konsultan yang disewa pemerintah untuk mengkaji perluasan larangan sepeda motor mewawancarai lebih dari 100 pengendara kendaraan roda dua yang melintas di Jalan Sudirman sepanjang Maret hingga Juli. Hasilnya, 45 persen responden memilih angkutan umum jika larangan diberlakukan, sementara sisanya mencari jalur alternatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.