Minggu, 27 Mei 2018

Inilah Motor Superbike dengan Aerodinamika MotoGP, Simak Sosoknya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aprilia RSV4 R FW-GP 2018. Sumber: asphaltandrubber.com

    Aprilia RSV4 R FW-GP 2018. Sumber: asphaltandrubber.com

    TEMPO.CO, JMilan - Aprilia Factory Works atau pabrikan Aprilia telah merilis Aprilia RSV4 R FW-GP menjadi salah satu motor superbike terkencang dengan tenaga bisa sampai 250 HP setara MotoGP. Namun, motor ini sudah mendapat upgrade dengan racing kit dan hanya bisa dipakai di sirkuit.

    Baca: Motor Suzuki RGV500 1989 Tunggangan Kevin Schwantz Direstorasi

    Pabrikan Aprilia juga telah menyiapkan motor superbike harian atau versi superstock dengan tenaga 215 HP. Motor ini sangat cocok bagi yang bisa dipakai harian keliling kota dan sesekali main di Sirkuit. Motor ini telah disesuaikan aturan lalu lintas setempat seperti penggunaan lampu, dan standar. Namun, tampilannya sama dengan motor balap di MotoGP yaitu menggunakan winglet di bagian depan dan samping untuk menunjang aerodinamikanya.

    Aprilia menyebut dengan aerodinamika kit. Aprilia mengklaim aerodinamika ini merupakan pengembangan dari motor MotoGP mereka yaitu Aprilia RS-GP. Sehingga pembeli Aprilia RSV4 akan merasakan sensasi aerodinamika ala MotoGP.

    Tak hanya itu, Aprilia Works juga menyiapkan Kit untuk RSV4 SSTK1 yang mencakup piston baru, kepala silider racing, knalpot full racing, dan regenerated control unit — yang mampu mendongkrak tenaga hingga 215 HP.

    Baca: Yamaha Tracer 900 GT, Jagoan Baru Yamaha untuk Touring

    Bahkan agar motornya lebih ganas saat berakselerasi, Aprilia juga menyiapkan paket diet bobot motornya. Pemangkasan bobot hingga 22 pound dengan paket SSTK1. Penghematan bobot itu lewat penggunaan baterai lithium-ion, tangki bahan bakar baru, sistem pembuangan yang telah disebutkan sebelumnya, dan penggunaan part karbon dan aluminium di seluruh motor.

    ASPHALTANDRUBBER.COM


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.