Honda CRF 150L Tidak Menggunakan Mesin CB150R, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Astra Honda Motor meluncurkan motor trail Honda CRF 150L untuk pasar Indonesia, Serpong, BSD City, Tangerang, 8 November 2017. TEMPO/Eko Ari Wibowo.

    PT Astra Honda Motor meluncurkan motor trail Honda CRF 150L untuk pasar Indonesia, Serpong, BSD City, Tangerang, 8 November 2017. TEMPO/Eko Ari Wibowo.

    TEMPO.CO, Serpong - Honda CRF 150L hadir dengan mesin baru berperforma tinggi 150 cc SOHC air cooled PGM-FI. Mesin ini adalah pengembangan mesin Honda Verza 150, yang dipakai sejak era Mega Pro 150.

    Mesin ini mampu menyemburkan tenaga maksimum 9,51 kW (12,91 PS)/8.000 rpm dan torsi maksimum 12,43 Nm (1,27 kgf.m)/6.500 rpm.

    Simak: Honda CRF 150L Menggunakan Sistem Injeksi, Ini Alasannya

    Honda tak menurunkan motor ini dengan mesin Honda CB 150R, yang mampu menghasilkan tenaga lebih tinggi, 16 PS.

    "Mesin CB 150R ini memang powerful, tapi mesin berpendingin air ini lebih sulit maintenance-nya," ujar President Director AHM Toshiyuki Inuma di Spring Club, Serpong, Kamis, 9 Oktober 2017.

    Ia pun menyebutkan pertimbangan harga yang sesuai antara penggunaan dan kebutuhan power dengan medan offroad telah dilakukan. Karena itu, dipilihlah mesin yang sesuai dengan kebutuhan atau model saat ini. "Kami sudah membahas model ini bersama staf AHM dan Honda Jepang sejak tiga tahun lalu," ucapnya.

    Baca: Honda CRF 150L Dirilis, AHM Siapkan Aksesori Mulai Harga Rp 100 Ribu

    Large Project Leader CRF 150L Honda R&D Corporation Akihiro Momiyama mengatakan konsep motor Honda CRF 150L tak cocok dengan mesin CB 150R. Apalagi, kata dia, target motor ini adalah untuk pemula. "Mesin CB 150R adalah mesin motor untuk performa tinggi," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.