Kejuaraan Motocross di Atambua Sasar Ribuan Penonton Timor Leste

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah crosser memacu motor mereka dalam race pertama kejuaraan dunia seri kedua Motocross Grand Prix (MXGP) di sirkuit GOR Sahabudin Pangkalpinang, Bangka Belitung, 5 Maret 2017. antaranews.com

    Sejumlah crosser memacu motor mereka dalam race pertama kejuaraan dunia seri kedua Motocross Grand Prix (MXGP) di sirkuit GOR Sahabudin Pangkalpinang, Bangka Belitung, 5 Maret 2017. antaranews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejuaraan motorcross di Atambua---Atambua International Motocross---di Sirkuit Haliwen Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu-Minggu, 11-12 November 2017,  menyasar ribuan penonton dari negara tetangga yaitu Timor Leste mengingat banyak pula peserta dari negara tersebut.

    Menurut panitia pelombaan, ada 50 peserta baik pembalap maupun kru dari mantan provinsi ke-27 Indonesia itu yang akan terlibat langsung pada kejuaraan yang didukung penuh pemerintah Kabupaten Belu maupun Kementerian Pariwisata itu.

    Baca: Indonesia Menjadi Tuan Rumah Gelaran Motocross MXGP

    Peserta dari Timor Leste ini akan bersaing dengan pebalap Indonesia terutama yang berasal dari Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya. Tercatat puluhan peserta mulai dari usia enam tahun hingga dewasa sudah siap menunjukkan kemampuan terbaiknya.

     "Kejuaraan lintas batas ini merupakan salah satu media untuk lebih mengenalkan wisata olahraga terutama di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Motocross memang menjadi salah satu daya tariknya," kata Plt Asdep Penelitian dan Pengembangan Kepariwisataan Kemenpar, Andriyatna Rubenta.

    Simak: 3 Pembalap Motocross Wanita Indonesia Ikuti Kejuaraan Dunia

    Untuk menjangkau lokasi perlombaan yang berada di kompleks Stadion Haliwen dari Timor Leste memang cukup mudah atau sekitar dua setengah jam dari ibukota Bumi Loro Sae itu. Dari pos lintas batas Motaain bahkan ada dua jalan besar untuk menuju Atambua itu.

    Pos lintas batas Motaain bisa dikatakan sebagai pos terbesar untuk masuk dari Timor Leste ataupun sebaliknya. Meski sudah beroperasi, pembangunan terus dilakukan demi menambah fasilitas pendukung. Penjagaan dari aparat baik TNI maupun Polri hingga Imigrasi juga dilakukan dengan ketat.

    "Semoga dengan kegiatan ini jumlah kunjungan wisata terus meningkat. Tidak hanya melalui olahraga seperti kejuaraan motocross maupun offroad, peningkatan kunjungan wisata juga dilakukan lewat konser musik. Slank, Tipe X sudah pernah manggung disini. Sebentar lagi ada Judika," kata pria yang akrab dipanggil Ruben itu.

    Meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan asal Timor Leste ke Atambua juga diakui oleh salah satu petugas di perbatasan Yakobus. Menurut dia, banyaknya kegiatan internasional memang menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan untuk datang ke Atambua.

     "Memang benar. Banyaknya kegiatan internasional membuat kunjungan meningkat terutama yang melewati pos Motaain. Tapi untuk pos-pos yang lain belum sebanyak yang lewat sini," kata Yakobus saat ditemui di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Belu.

    Selain dari Kota Dili, sasaran wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia di antaranya berasal dari wilayah Maliana, Occusi dan Kovalima. Letak dari tersebut memang tidak begitu jauh dengan Atambua yang selama ini menjadi pusat kegiatan di perbatasan Indonesia-Timor Leste.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.