Selasa, 20 Februari 2018

Soal Kendaraan Listrik, Ini yang Diharapkan AISI dari Pemerintah

Reporter:

Wawan Priyanto

Editor:

Wawan Priyanto

Senin, 13 November 2017 21:16 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Soal Kendaraan Listrik, Ini yang Diharapkan AISI dari Pemerintah

    Menteri ESDM Ignasius Jonan mencoba motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, 19 Oktober 2017. Jonan yakin Motor Gesits akan bisa bersaing dengan motor konvensional. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) memberi masukan kepada pemerintah agar benar-benar memperhatikan potensi berkembangnya kendaraan listrik dengan menyiapkan kebijakan yang komprehensif sehingga dapat melindungi konsumen dan masyarakat pengguna sepeda motor.

    Sepeda motor listrik menjadi salah satu transportasi yang digadang-gadang akan menggantikan sepeda motor bermesin bensin. Hampir semua produsen motor memiliki tipe motor ini, baik dalam bentuk prototipe atau bahkan sudah ada yang memproduksi secara massal dan memasarkannya di beberapa negara di luar negeri. Indonesia merupakan salah satu negara yang saat ini sedang menjajaki dan menyusun rencana untuk menuju era tersebut.

    Baca: Dukung Motor Listrik, PLN Akan Tambah Stasiun Penyedia Listrik

    Ketua Umum AISI Johannes Loman mengatakan para pelaku industri sepeda motor siap mendukung kebijakan pemerintah untuk memasuki era motor listrik. Oleh karena itu, saat ini produsen sepeda motor anggota AISI yang saat ini baru memasarkan tipe motor bakar sedang bekerja keras menyiapkan model motor listrik yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Beberapa kebutuhan masyarakat terkait dengan motor listrik antara lain harga yang terjangkau, jarak tempuh, waktu pengisian baterai, dan kemudahan mengisi kembali baterai.

    “Kami sedang mengembangkan model motor listrik yang memiliki jarak tempuh lebih baik sehingga masyarakat tidak sering-sering mengisi ulang baterai. Harga juga merupakan isu penting karena saat ini harga motor listrik relatif mahal. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk konsumen kami dengan mengembangkan produk-produk yang sesuai standar internasional yang menekankan pentingnya unsur safety,” katanya dalam siaran pers yang diterima Tempo, Senin, 13 November 2017.

    Simak: Menteri Jonan: Motor Listrik Lebih Murah dari Mesin Bensin

    Untuk dapat memberikan produk terbaik dan aman buat masyarakat, Loman melanjutkan, pemerintah diharapkan dapat mengatur secara detail regulasi terkait dengan kualitas, suku cadang, dan keamanan motor listrik ini bagi konsumen. Jika tidak diatur dan diserahkan begitu saja kepada mekanisme pasar, dikhawatirkan konsumen yang akan menjadi korban jika suatu saat ada produk motor listrik yang berkualitas rendah beredar di pasar.

    Selain itu, faktor pasokan dan pengelolaan baterai juga menjadi perhatian utama para produsen motor di Indonesia. Belum adanya skema kebijakan yang mengatur sisi hilir industri motor listrik, terutama pengelolaan limbah baterai dikhawatirkan akan menimbulkan masalah lingkungan baru di kemudian hari.

    “Kami tidak ingin niat baik untuk memberikan produk yang ramah lingkungan dan efisiensi bahan bakar malah menimbulkan masalah baru bagi masyarakat karena unsur safety yang terabaikan dan dampak lingkungan akibat limbah baterai yang tidak diantisipasi sejak dini.”

    Loman menambahkan, hadirnya motor listrik ini berpotensi mengubah tatanan atau peta pelaku industri otomotif karena banyak industri pendukung yang bakal terkena dampak jika pasar motor listrik nanti tumbuh pesat. “Saya kira perlu dilakukan kajian potensi dampak yang timbul di industri yang saat ini sedang berjalan jika mobil listrik diberlakukan.”


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019

    Ketua KPU Arief Budiman memimpin pengundian nomor urut untuk partai politik peserta Pemilu 2019 pada Sabtu 17 Februari 2018, Golkar dapat nomor 4.