Toyota Avanza Kuasai Pasar LMPV, Xpander Melonjak Dua Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memperhatikan interior mobil Mitsubishi Xpander ketika berlangsungnya GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD, City Tangerang, 10 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    Pengunjung memperhatikan interior mobil Mitsubishi Xpander ketika berlangsungnya GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD, City Tangerang, 10 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Avanza tetap memimpin penjualan terbanyak kendaraan roda empat segmen Low MPV (Multi Purpose Vehicle) sepanjang Oktober 2017 dengan terjual sebanyak 9.408 unit, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

    Penjualan Avanza bulan Oktober bahkan lebih banyak ketimbang penjualan mereka bulan September 2017 sebanyak 8.083 unit.

    Baca: Januari-Oktober 2017, Penjualan Mobil Toyota Naik 3,1 Persen

    Saudara kembar Avanza, Daihatsu Xenia, berada di urutan kedua penjualan terlaris Oktober 2017 dengan laku 3.659 unit, atau naik dari penjualan bulan sebelumnya sebesar 3.115 unit.

    Dalam persaingan yang ketat di segmen Low MPV, Suzuki Ertiga, tetap berada di urutan ketiga dengan penjualan Oktober sejumlah 2.401 unit, namun angka itu turun jika dibandingkan September sebanyak 2.713 mobil.

    Posisi empat ditempati pendatang baru Mitsubishi Xpander yang membukukan penjualan 2.351 unit, atau naik dibandingkan September sebanyak 1.096 unit. Sedangkan Honda Mobilio di posisi kelima terlaris sebanyak 2.325 unit atau lebih banyak ketimbang bulan sebelumnya 2.031 mobil.

    Baca: Surat Pemesanan Mitsubishi Xpander Telah Tembus Lebih dari 27.000

    Adapun mobil pabrikan China, Wuling Confero, mencatatkan penjualan 903 unit pada Oktober 2017, turun jika dibandingkan penjualan mereka pada September sebanyak 1.391 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.